Bakrie Telecom Bantah akan Dibeli SK Telecom
- detikInet
Jakarta -
Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) Anindya N. Bakrie membantah telah terjadi pembelian saham atau akuisisi besar-besaran oleh SK Telecom asal korea. Meski demikian dia tidak menampik adanya pembicaraan antara kedua belah pihak."BTEL selalu terbuka berbicara dengan siapa saja. Baik dengan vendor maupun operator. Tapi itu cuma ngobrol-ngobrol biasa. Lagi pula saat ini BTEL itu public company," kata Anindya di sela-sela acara Telematika Kadin 2007, di hotel Ritz Carlton, Selasa (20/2/2007). Anindya mengatakan, belum ada pembicaraan soal akuisisi maupun kerjasama. "Masih terlalu dini. meskipun kita sudah berbulan-bulan berbicara sejak tahun lalu," ujarnya.Dia mengungkap, ketertarikan pihak lain untuk berinvestasi dikarenakan saham BTEL sedang bagus-bagusnya, sedangkan teledensitas telekomunikasi di Indonesia masih sangat rendah. "Saya yakin bukan hanya SK Telecom, tapi operator lain juga berminat baik dari dalam maupun luar negeri," imbuhnya.Lagi pula, menurut Anindya, kebutuhan finansial BTEL sudah terpenuhi baik dari vendor financing, institusi keuangan seperti perbankan, maupun dari internal.Saat ini saham BTEL masih dikuasai induk perusahaan Bakrie & Brothers sebesar 55 persen. Anindya mengatakan BTEL saat ini merupakan bisnis inti dari Bakrie & Brothers. "Sepertiga pendapatan Bakrie & Brothers di-generate dari BTEL. Jadi itu bukan suatu hal yang kecil, lagipula kebutuhan Capex BTEL di 2007 sudah terpenuhi," paparnya.Sementara itu Bloomberg melansir bahwa SK Telecom yang merupakan operator seluler terbesar di Korea, mempertimbangkan pembelian saham Bakrie Telecom untuk berekspansi di Indonesia. Juru bicara SK Telecom Cindy Kang mengatakan pembelian tersebut merupakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Namun dia menolak berkomentar lebih jauh.Saat ini pertumbuhan pelanggan seluler di Korea hampir mencapai titik jenuh, oleh karena itu SK Telecom berniat melakukan ekspansi ke luar negeri, salah satunya dengan membeli saham BTEL. Baik SK maupun BTEL sama-sama merupakan operator telekomunikasi berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Sebelumnya, pada Juli 2006 SK Telecom membeli 6,7 persen saham operator China Unicom Ltd. sebesar US$ 1 miliar.
(nks/lni)