70.000 SST Telkom Putus, Rp 1,5 Miliar Melayang
- detikInet
Jakarta -
Selama tiga hari banjir di Jakarta, PT Telkom memperkirakan angka kerugian sekitar Rp 1,5 miliar. Angka tersebut baru dari layanan telepon tetap saja.PT Telkom Tbk. memperkirakan angka kerugian lebih dari Rp 1,5 miliar, akibat banjir Jakarta yang mengacaukan infrastrukturnya selama tiga hari. Hari Jumat (2/2/2007) Telkom melaporkan sentral telepon otomat (STO) Semanggi II di Jakarta, tidak dapat beroperasi karena air banjir yang menggenangi ruangan. Akibatnya, 70.000 satuan sambungan telepon (SST) untuk layanan telepon tetap terputus."Kalau misalnya hitung-hitungan kasar, dari 1 SST menghasilkan Rp 250.000 per bulan, berarti per hari sekitar Rp 8.000, jadi dari 70.000 SST sekitar Rp 560 juta. Jadi kalau tiga hari berarti sekitar Rp 1,5 miliar," kata Direktur Utama PT Telkom Tbk. Arwin Rasyid, di sela-sela penyerahan bantuan untuk korban banjir di Tangerang, Banten, Senin (5/2/2007)."Tapi itu tidak seberapa, dibanding dengan ketidaknyamanan yang terjadi," imbuhnya. Arwin menolak angka itu disebut sebagai kerugian. "Itu hanya kehilangan revenue, karena ini bencana," ujarnya.Arwin menjelaskan, menurut laporan yang diterimanya tadi pagi, sekitar 50 persen infrastruktur jaringan Telkom sudah pulih. Pelanggan VIP seperti Bursa Efek Jakarta, Bank Mandiri, Polda Metro dan layanan call center sejumlah perusahaan, dinyatakan sudah menyala sejak tadi pagi."Itu karena jaringan di-re-route ke STO Gambir dan listrik PLN sudah hidup kembali, jadi infrastruktur mulai jalan," papar Arwin.Banjir, menurut Arwin, memang tidak sampai merusak peralatan vital PT Telkom. "Memang ada perangkat yang rusak dan harus diganti. Tapi itu tidak dominan, hanya perlu di-recovery dengan dikeringkan," ujar Arwin.
(nks/nks)