Terkait Gempa Taiwan
Perbaikan Kabel Masih Pakai Teknologi Kuno?
- detikInet
Jakarta -
Para petugas ternyata masih bergantung pada teknologi kuno untuk memperbaiki kabel bawah laut yang rusak, menyusul gempa yang mengguncang Taiwan 26 Desember lalu.John Walters, General Manager Global Marine, salah satu perusahaan yang berperan dalam perbaikan itu, mengatakan bahwa proses perbaikan tidak melibatkan mekanisme elektronik dan masih menggunakan teknik tradisional.Dalam melakukan perbaikan kabel fiber optik tersebut, petugas di kapal yang berada di barat Taiwan ternyata masih mengandalkan tali panjang untuk menarik kabel dari dasar laut dengan memakai pengait.Untuk diketahui saja, jutaan orang di Taiwan, Cina, Hong Kong, Jepang, Singapura, Korea Selatan hingga Australia mengalami gangguan Internet dan saluran telekomunikasi, ketika kabel yang menghubungkan negara-negara di Asia dengan Amerika Serikat dan sekitarnya rusak akibat gempa di Taiwan. Operator telekomunikasi bahkan memutuskan untuk mengalihkan trafik salurannya demi menormalkan jalur telekomunikasi."Saat ini belum ada satupun kabel yang tuntas diperbaiki. Masalahnya kita bicara tentang kabel yang tergeletak di dasar laut dengan kedalaman 4.000 meter," ujar Walters kepada AFP, yang dikutip detikINET dari americasnetwork.com, Rabu (17/1/2007).Global Marine sendiri mengatakan telah mengirimkan dua kapal ke Bashi Channel dan Luzon Strait, yang terletak diantara Taiwan dan Filipina. Sementara perusahaan lainnya, menurut Walters, juga telah menyediakan lebih dari empat kapal untuk perbaikan itu.Kapal milik Global Marine tersebut didisain khusus untuk perbaikan kabel bawah laut dengan panjang lebih dari 100 meter. Kapal ini juga mengangkut sekitar 60 pertugas dari Inggris dan Filipina. Mereka bekerja selama 24 jam non-stop, namun faktor cuaca menjadi penghalang perbaikan kabel bawah laut itu.
(dwn/dwn)