Integrasi KSO VII Dimulai
Telkom Ekspansi CDMA di Indonesia Timur
- detikInet
Makassar -
Telkom akan mempercepat pembangunan jaringan berbasis CDMA (Code Division Multiple Access) di kawasan Indonesia Timur, yang semula ada di bawah Kerja Sama Operasi (KSO) VII yang dipegang Bukaka SingTel International (BSI). Dirut Telkom Arwin Rasyid mengatakan, hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi kawasan Indonesia Timur. Jaringan CDMA dinilai sebagai infrastruktur yang paling tepat, terkait kondisi geografis kawasan setempat. Telkom berencana mengggelar jaringan hingga 2010. Melalui keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Jumat (24/11/2006) Telkom menyatakan akan menggelar 191 BTS Flexi dengan kapasitas 411.110 Satuan Sambungan Flexi (SSF) di tahun 2007.Di tahun 2010, ketika jumlah penduduk Indonesia Timur diperkirakan mencapai 36 juta jiwa, kapasitas telepon tetap kabel direncanakan menjadi 1,4 juta satuan sambungan (SS), sedangkan kapasitas telepon tetap nirkabel Flexi ditingkatkan menjadi 2,1 juta SSF. Kapasitas Layanan akses pita lebar Speedy yang di tahun 2006 baru mencapai 10 ribu SS rencananya akan dikembangkan menjadi 104 ribu SS. Telkom mengungkap bahwa pada posisi September 2006, jumlah penduduk di wilayah operasi Divre VII mencapai 31.802.235 jiwa. Dengan jumlah sambungan pelanggan (Line in Service/LIS) 1.287.191 SS, maka tingkat kepadatan telepon per 100 penduduk (teledensity) di wilayah ini terbilang sangat rendah, yaitu hanya 4,04. Di sisi lain, tantangan geografis di wilayah Indonesia Timur yang luas dan tersebar dalam formasi kepulauan lebih berat dibanding wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, sehingga ekspansi jaringan CDMA merupakan pilihan yang tepat.Divre VII sendiri sudah menggelar jaringan CDMA Flexi sejak 2003. Dari jumlah LIS 1.287.191 SS yang dikelola Divre VII, 385.121 SS diantaranya merupakan sambungan wireless Flexi yang berbasis CDMA. Di tahun 2006 kapasitas infrastruktur direncanakan meliputi 1 juta SS telepon tetap kabel, 600 ribu SS telepon tetap nirkabel Flexi, 10 ribu SS broadband Speedy. Pasca KSO Reversal, demikian Arwin, Telkom akan berusaha memperluas jangkauan Flexi ke wilayah-wilayah yang memiliki potensi permintaan tinggi namun belum tersentuh oleh pembangunan KSO. Dalam pandangannya, Indonesia Timur merupakan wilayah yang sangat potensial, khususnya di wilayah yang mengelola sektor-sektor pertambangan, kelautan, dan pertanian.Telkom melakukan integrasi KSO VII, menyusul ditandatanganinya nota Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) VII, di Jakarta, 18 Oktober lalu.
(ketepi/ketepi)