Survei: 1 dari 8 Pengguna Internet Terindikasi Kecanduan
- detikInet
New York -
Sadar atau tidak, Internet terkadang membuat sebagian penggunanya menjadi kecanduan. Ada yang rela berjam-jam duduk hanya sekedar untuk browsing. Bahkan ada pula yang merasa hidup tanpa Internet menjadi sulit dan terasing.Sedasyat itukah Internet mempengaruhi seseorang? Percaya atau tidak, Internet terbukti membuat 'ketagihan'. Setidaknya demikian hasil survei yang dilakukan Stanford University School of Medicine di California.Di Amerika Serikat sana, sedikitnya satu dari 8 orang pengguna Internet yang diteliti menyatakan tidak bisa 'berpisah' dari Internet meski beberapa hari saja. Internet tak lagi menjadi sebuah keharusan, tapi sudah menjadi kebutuhan utama mereka."Internet memang hebat, segalanya menjadi lebih simpel, mudah dan efisien dengan Internet. Namun perlu dipertimbangkan bahwa Internet menimbulkan masalah bagi sebagian orang," tutur Elias Aboujaoude, profesor Stanford University School of Medicine sekaligus salah satu periset penelitian itu.Menurut survei, 68.9% responden merupakan pengguna Internet reguler. Dan sebanyak 13.7% responden mengaku tidak bisa berpisah dari Internet selama beberapa hari saja.Internet juga membuat penggunanya jadi terlena. Sebanyak 12.4% responden mengatakan mereka sering online lebih lama dari yang direncanakan sebelumnya. Demikian dikutip detikINET dari reuters.co.uk, Kamis (19/10/2006).Di lain sisi, lebih dari 12% mengatakan mereka perlu mengurangi penggunaan Internet karena merasa kecanduan. Lalu 8.7% menyatakan selalu menutup-nutupi dari keluarga dan teman perihal apa saja yang mereka buka di Internet.Ditilik dari faktor hiburan, 8.2% menyatakan bahwa mereka menggunakan Internet sebagai pelarian dari masalah atau hanya untuk sekedar menghilangkan bad mood. Sedangkan dari sisi sosial, 5.9% responden merasa bahwa kehidupan sosial mereka jadi terganggu karena penggunaan Internet yang berlebihan.Konsumen mengaku memakai Internet untuk mengecek e-mail, mem-posting blog, mencari teman lewat chatting, ataupun menjelajahi berbagai situs.Sebagai informasi, studi dilakukan via telepon dan melibatkan 2.581 responden dari berbagai negara. Data hasil studi diterbitkan di CNS Spectrums: The International Journal of Neuropsychiatric Medicine. (dwn)
(dewidya/dewidya)