Imam Samudra Sering Chatting Sewaktu di LP Kerobokan
- detikInet
Jakarta -
Terpidana mati kasus bom Bali Imam Samudra benar-benar cerdik. Sewaktu ditahan di LP Kerobokan, Denpasar, Bali, dia ternyata kerap berkomunikasi lewat internet alias chatting.Demikian diungkapkan Kepala Unit V Cyber Crime Direktorat II Bareskrim Polri Kombes Pol Petrus Goloce di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (23/8/2006).Menurut Petrus, kisah kecerdikan Imam ini terungkap dari kesaksian salah satu tersangka cyber terrorism, Agung Setiadi. Dia ditangkap polisi di Semarang 16 Agustus lalu. Barang bukti yang disita dari Agung salah satunya adalah kartu garansi laptop yang dikirimkan ke Al Irhab alias Imam Samudra.Kepada polisi, Agung mengaku diminta Imam Samudra untuk membeli laptop dengan cara carding. Permintaan Imam ditindaklanjuti Agung dengan mengajak tersangka cyber terrorism lainnya yang memakai nama alias Max Fiderman."Tapi Max menolak. Dia hanya mau membantu perencanaan terorisme dengan menggunakan teknologi informasi dalam situs www.anshar.net," ujar Petrus.Tidak putus asa, Imam Samudra kemudian mengirimkan uang Rp 3 juta ke Agung untuk mencari laptop. Dan akhirnya peralatan canggih itu pun bisa dikirim ke Imam dengan paket Tiki JNE."Dengan bantuan sipir LP Kerobokan, laptop bisa masuk ke dalam tahanan," kata Petrus.Dengan laptop itulah Imam kemudian melakukan komunikasi wireless untuk chatting melalui internet relay chat (IRC) di kanal #cafeislam dan #ahlul sunah. Chatting dilakukan sebelum peledakan bom Bali II pada Oktober 2005. Imam rajin mengisi media dakwah secara online di kanal itu."Komunikasi ini lebih berbahaya daripada komunikasi menggunakan HP. Sebab lebih mendunia," tutur Petrus.Petrus enggan berkomentar lebih detil soal bagaimana laptop tersebut bisa sampai ke tangan Imam. Menurutnya hal itu berada di luar kewenangan kepolisian. "Itu kan dibantu oknum LP di Kerobokan," kata Petrus. (djo)
(ketepi/)