Kapasitas Interkoneksi Capai 85%, E1 Harus Ditambah
- detikInet
Jakarta -
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan persoalan interkoneksi mencakup dua hal, yaitu pembukaan dan penambahan. "Nah kalau sudah dibuka, berarti juga harus ditambah. Persoalannya bukan penambahan dimensi, tapi tiap E1 yang sudah padat 85% harus ditambah lagi," ujar Heru pada detikINET Jumat (11/8/2006).Kewajiban untuk menambah kapasitas, tandasnya, tertuang dalam Peraturan Menkominfo No.8/2006 tentang interkoneksi. Penambahan itu wajib dilakukan demi mengantisipasi lonjakan trafik akibat dibukanya 'keran' yang selama ini 'tersumbat'.E1 merupakan sambungan transmisi digital dengan kapasitas hingga 2,048 Mbps. Satu unit E1 biasanya terdiri dari 32 kanal sambungan telepon atau data. Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Bambang Riadhy Oemar mengatakan Telkomsel sudah menyiapkan penambahan kapasitas sejak rezim interkoneksi diberlakukan tahun lalu. "Kita sudah bangun kapasitas yang juga siap menerima mereka (operator lain -red)," ujarnya.Namun, menurutnya, kapasitas tersebut lebih diutamakan bagi pelanggannya terlebih dahulu. "Kita sendiri juga butuh, karena trafik kita kan tumbuh 40%," jelas Bambang.Sebelum membuka dan menambah kapasitas interkoneksi, lanjutnya, Telkomsel akan lebih dulu merencanakannya dengan baik sebelum melayani trafik pelanggan dari operator lain. "Jangan sampai kita layani sembilan operator yang lain, tapi kita sendiri tidak cukup."Selain itu, masih menurut dia, untuk menyiapkan kapasitas bagi operator lain diperlukan juga informasi yang cukup. "Kita tidak bisa mengira-ngira, karena besaran trafik juga tergantung. Kalau operator itu nggak maju-maju jualannya, berarti tidak perlu siapkan besar-besar," jelas Bambang.Hal senada juga dilontarkan Heru. "Dari pihak pencari akses juga harus memberitahukan rencana ke depannya seperti apa pada yang mempunyai akses," ujarnya.Menurutnya, hal itu perlu dikoordinasikan dari dari kedua belah pihak. "Jika si pencari akses nggak bilang, tapi tiba-tiba minta begitu saja kan repot. Yang punya akses juga bisa bilang tidak ada schedule-nya," tandas Heru. (rou)
(wicak/)