Isu Gempa Menghantui via SMS dan YM
- detikInet
Jakarta -
Isu gempa masih saja berkeliaran di Jakarta. Meski BMG telah berulang kali menegaskan tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa mengetahui waktu persis terjadinya gempa, tetap saja banyak warga Jakarta yang mempercayai isu gempa itu.Sejumlah pembaca bahkan menelepon redaksi detikcom untuk memastikan hal itu. Telepon redaksi hingga pukul 14.00 WIB masih saja berdering untuk menanyakan kebenaran isu gempa itu.Misalnya saja pembaca bernama Puji, karyawan yang berkantor di Gedung Nusantara I lantai 21, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. SMS yang diterimanya menyebutkan, gempa di Jakarta terjadi pukul 13.30-14.30 WIB. Besarnya gempa 8,8 SR.Jelas ini membuat nyali Puji ciut. "Saya jadi ingin segera pulang karena kantor saya ada di lantai 21. Masak saya masuk kolong meja," ujarnya lewat telepon.Puji layak resah mendapatkan kabar lewat SMS itu. Sebab bukan sekali saja SMS soal gempa itu diterimanya hari ini. "Saya sudah kontak BMG, tapi teleponnya sibuk terus. Jadinya saya telepon detikcom," ujarnya.Setidaknya ada 5 guru yang juga menelepon detikcom. Seorang di antaranya bahkan telah memulangkan pada siswanya. Empat guru lainnya juga berniat memulangkan peserta didiknya.Menyebar Lewat YMTidak cuma lewat SMS, isu menyesatkan soal gempa itu juga tersebar lewat e-mail dan yahoo messenger (YM). Banyak pula yang memasangnya sebagai status YM. Jahatnya, penyebar isu jahat itu mencatut sumber-sumber terpercaya sehingga membuat banyak orang terperdaya.Isu garapan orang jahat itu misalnya: "Ada berita Menurut dari jepang (perkiraan jepang), akan terjadi gempa di Jakarta tgl. 25 Juli 2006 (yg artinya HARI INI) jam 2 siang (akan sangat terasa di Jakarta selatan) sebesar 8.2 skala richter."Isu itu juga sering dimodifikasi. Ada isu yang menyebut gempa terjadi pukul 15.00 WIB.BMG sendiri telah berkali-kali menegaskan bahwa gempa tidak bisa diramalkan secara persis kapan terjadinya. BMG meminta masyarakat tidak mempercayai isu-isu tentang waktu terjadinya gempa yang menyebar lewat SMS, e-mail, maupun saluran informasi lainnya.Isu ini memang sangat meresahkan. Dampaknya banyak karyawan gedung pencakar langit yang pulang lebih awal. (nrl)
(wicak/)