Kiat Mencari Penyedia Layanan Data Internet yang Jujur

ADVERTISEMENT

Kiat Mencari Penyedia Layanan Data Internet yang Jujur

Jihaan Khoirunnisa - detikInet
Senin, 22 Agu 2022 14:17 WIB
IndiHome
Foto: Dok. IndiHome
Jakarta -

Layanan data internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Mengingat saat ini sebagian besar aktivitas terkoneksi ke dunia virtual.

Terlebih dengan adanya pandemi yang mendorong pemanfaatan internet untuk mendukung kegiatan work from home dan pembelajaran jarak jauh. Selain itu, masyarakat juga banyak yang mengisi waktu luang di rumah dengan menikmati musik dan menonton film. Kondisi ini tentu harus didukung kecepatan akses layanan data internet di rumah.

Karena digunakan bersama-sama, kecepatan yang tadinya mungkin cukup 1 Mbps, kini setidaknya kecepatan 20 Mbps menjadi kebutuhan minimal. Bahkan karena harus mendukung beberapa meeting online, yang bersamaan dengan pembelajaran online beberapa rumah tangga membutuhkan kecepatan lebih besar lagi, hingga mencapai 40-50 Mbps.

Hal itu wajar saja, mengingat akses video membutuhkan kecepatan tinggi agar tidak sering terjadi buffering supaya video tidak freezing patah-patah. Selain itu untuk streaming juga dibutuhkan latency atau waktu tunda yang rendah.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutandi mengatakan jumlah pengguna yang meningkat dan kebutuhan kecepatan akses yang juga naik, membuat para penyedia layanan internet (internet service provider/ISP) berlomba menyediakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut. Memang saat ini ada ragam pilihan paket internet dari ISP, dengan harga yang beragam dan variasi kecepatan. Namun pengguna harus berhati-hati dalam memilih ISP mana yang memberikan layanan berkualitas, bukan semata-mata memiliki harga terjangkau.

Diketahui, Undang-Undang Perlindungan Konsumen No.8/1999 mengatur beberapa hal terkait dengan kualitas layanan. Utamanya terkait hak konsumen untuk mendapat atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa (Pasal 4 huruf b) dan juga beberapa hal yang harus dipenuhi seperti sesuai dengan standar yang dipersyaratkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk kesesuaian berat bersih, isi bersih atau netto, dan jumlah dalam hitungan sebagaimana yang dinyatakan dalam label atau etiket barang tersebut serta sesuai dengan ukuran, takaran, timbangan dan jumlah dalam hitungan menurut ukuran yang sebenarnya (Pasal 8 ayat (1)).

Menyangkut ukuran atau takaran itu, dalam layanan internet kita mengenal dengan istilah throughput. Throughput merupakan istilah yang dipakai untuk melihat realisasi kesesuaian besaran kecepatan yang diterima dengan paket yang dipilih pelanggan. Misalnya saja untuk paket dengan kecepatan 20 Mbps. Maka kecepatan real yang harus didapatkan pengguna adalah 20 Mbps, bukan berkurang dari kecepatan tersebut.

"Kecepatan yang diberikan ternyata jauh di bawah paket layanan yang diambil sering terjadi karena akibat hanya melihat murahnya harga saja. Karena itu, pelanggan harus cerdas dalam memilih provider," jelas Heru.

Mengenai throughput, riset dari Enciety Business Consult pada bulan Juni 2022 membuktikan angka throughput IndiHome lebih tinggi 84% dibanding dengan provider lainnya.

Dengan semakin tingginya kebutuhan internet bagi keluarga, semakin tinggi pula provider fixed broadband menggencarkan promosi dengan penawaran paket-paket super murah yang kerap kali menggoda pelanggan untuk berlangganan dengan beragam pilihan provider terbaik. Namun, dengan penawaran yang diberikan, pelanggan tetap harus cerdas dalam memilih provider internet.

"Dalam banyak kasus, alih-alih karena diiming-imingi tarif murah, namun kemudian yang terjadi adalah pengguna terkecoh karena pelayanannya tidak seperti yang diharapkan. Sebagai pelanggan kita harus memastikan memilih penyedia jasa internet yang tepat, bukan penyedia yang kebanyakan janji bukan realisasi," tutup Heru.

(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT