Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
MVNO StarOne-Esia Tunggu 'Jabat Tangan' Teknis
Laporan dari Singapura

MVNO StarOne-Esia Tunggu 'Jabat Tangan' Teknis


- detikInet

Singapura - Kerjasama Indosat dan Bakrie Telecom pada pemakaian bersama infrastruktur Mobile Virtual Network Operator (MVNO) antar kedua operator penyedia layanan Esia dan StarOne masih menunggu 'jabat tangan' teknis.Hal itu diungkap Direktur Jabotabek dan Corporate Sales Indosat Johnny Swandi Sjam. "Kalau menghubungkan dua peralatan itu perlu handshaking dari segi teknis, itu dulu," ujarnya di sela-sela ajang CommunicAsia 2006.Wartawan detikINET Achmad Rouzni Noor II, melaporkan langsung dari ajang tersebut yang digelar pada 20-23 Juni 2006 di Raffles City Convention Centre, Singapura.Menurutnya, kedua belah pihak perlu menelaah lebih jauh pembicaraan mengenai teknis kerjasama MVNO sebelum membahas dari sisi bisnis. "Kita tunggu teknisnya selesai dulu, baru bicara bisnis. Kalau nggak bisa salaman ya percuma," tandasnya.Sebelumnya, Dirut Bakrie Telecom Anindya N. Bakrie sudah memastikan kerjasama MVNO tersebut bisa mulai diimplementasikan pada awal kuartal ketiga 2006."Jadi kesepakatan umumnya sudah ada, tapi itu kan perlu ditindaklanjuti dari kajian teknisnya dan bisnisnya," ujar Johnny.MVNO sendiri merupakan operator mobile yang tidak memiliki spektrum atau tidak memiliki infrastruktur jaringan. Agar dapat beroperasi, operator MVNO memiliki perjanjian bisnis dengan operator mobile lainnya, untuk membeli unit penggunaan untuk dijual kembali ke konsumen mereka.Kerjasama MVNO antar kedua operator telepon tetap nirkabel itu merupakan jalan keluar yang ditempuh akibat 'penggusuran' frekuensi StarOne. Layanan milik Indosat ini sebelumnya bercokol di frekuensi 1.900 MHz. Namun demi alokasi frekuensi teknologi seluler generasi ketiga (3G), sejumlah penghuni frekuensi tersebut harus tergusur.Dengan kerjasama itu, StarOne bisa berbagi pakai frekuensi 800 MHz yang ditempati Esia untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Di sisi lain, kerjasama MVNO itu diyakini Anindya memperbesar peluang untuk memperluas layanannya secara nasional, dengan menggunakan lisensi yang dimiliki StarOne.Johnny pun mendeskripsikan kerjasama itu layaknya orang mencari pasangan. "Kalau fisik sudah ok, keuangan juga sudah ok, baru deh kita bicara mas kawin," celotehnya santai. (rou)Liputan ke ajang CommunicAsia 2006 ini terselenggara atas kerjasama detikINET dan Siemens Indonesia, serta turut didukung oleh Asus Indonesia (wicak/)





Hide Ads