Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
'Rumah Pintar' Akan Geser Peran 'Bi Iyem'
Laporan dari Singapura

'Rumah Pintar' Akan Geser Peran 'Bi Iyem'


- detikInet

Singapura - Di ajang CommunicAsia 2006, booth Siemens yang bertempat di Hall 4 Singapore Expo, Raffles City Convention Centre ini menyuguhkan atraksi yang cukup menarik. Sebuah solusi masa depan yang bisa mengendalikan setiap perangkat elektronik yang ada di rumah pun disuguhkan secara langsung.Seperti diperagakan Manager Home Entertainment Solutions Siemens AG, Don Abad, solusi rumah pintar yang disebut Surpass menawarkan beragam fitur seperti hiburan, komunikasi, bahkan 'dokter pribadi' dalam satu kendali."Teknologi ini bisa membuat pengguna mengakses musik, foto, dan koleksi video. Bahkan mengendalikan listrik, lampu, kulkas, pemanas air, hanya dengan sebuah perangkat pengendali," papar Abad pada wartawan detikINET Achmad Rouzni Noor II yang melaporkan langsung dari Singapura. Di tempat asalnya, Jerman, solusi itu menurutnya diklaim sangat membantu para pekerja profesional yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan seringkali menelantarkan pengurusan rumahnya.Wajar saja, orang Jerman memang terlalu sibuk bila sudah berurusan dengan pekerjaan. Lagipula, bayaran bagi pengurus rumah seperti 'Bi Iyem' yang banyak ditemui di Indonesia, relatif mahal di negara yang sedang menyelenggarakan perhelatan akbar Piala Dunia 2006 itu.Selain itu, solusi ini juga diklaim memungkinkan untuk memonitor kesehatan para lanjut usia (Surpass Healthcare), serta mengamankan rumah (Surpass Home Control).Lalu, bagaimana teknologi itu bisa mengendalikan semua perangkat elektronik yang ada di tiap rumah? "Mudah saja, di setiap perangkat elektronik itu kan menghantarkan bit binary dalam listriknya. Jadi dengan solusi ini akan mengkonversikan binary itu menjadi data dalam bentuk protokol internet (IP)," jelas Abad.Dengan murahnya biaya internet broadband di Jerman, sangat memungkinkan untuk mengimplementasikan solusi teknologi itu. Namun di Indonesia yang 'pelit' bandwidth, apa bisa? "Tentu bisa, bandwidth yang diperlukan cuma beberapa Kbps saja kok. Tergantung penggunaannya. Kalau anda menggunakannya untuk IPTV dan fungsi hiburan lainnya, baru dibutuhkan internet broadband," tandasnya.Hmm..tapi kayaknya masih lebih mudah meminta Bik Iyem di rumah untuk menanak nasi dan menyiapkan air hangat untuk mandi. Di Jerman? Ya bisa lah.. (rou)Liputan ke ajang CommunicAsia 2006 ini terselenggara atas kerjasama detikINET dan Siemens Indonesia, serta turut didukung oleh Asus Indonesia (wicak/)






Hide Ads