Singapura -
Merger Siemens AG dengan Nokia Corporation diumumkan menjadi Nokia Siemens Network dan diharapkan menjadi perusahaan ketiga terbesar penyedia jaringan telekomunikasi di dunia, serta demi menahan gempuran masuknya pemain baru di industri tersebut.Demikian pernyataan resmi dari Nokia Siemens Network di sela-sela penyelenggaraan CommunicAsia 2006. Wartawan
detikINET Achmad Rouzni Noor II, melaporkan langsung dari ajang yang digelar pada 20-23 Juni 2006 di Raffles City Convention Centre, Singapura.Disebutkan, perusahaan hasil merger itu akan menjadi terbesar ketiga setelah Alcatel SA dari Prancis dan Lucent Technologies asal Amerika Serikat.Di tengah persaingan bisnis yang kian ketat, perusahaan hasil merger juga berupaya menahan gempuran pesaing baru seperti Huawei Technologies Co. dan ZTE Corp., yang keduanya berbasis di Cina.CEO Nokia sekaligus Chairman baru Nokia Siemens Network, Olli-Pekka Kallasvuo mengatakan penyatuan dua perusahaan itu menjadi cara efektif membangun skala produksi untuk meningkatkan persaingan global dan menciptakan nilai bagi pemegang saham.Seperti diberitakan
sebelumnya, penggabungan dua unit bisnis perangkat jaringan senilai US$ 31,6 miliar ini, dilakukan dengan komposisi
joint venture 50 berbanding 50.Sehari setelah pengumuman merger, seperti dilansir The Wall Street Journal, Selasa (20/06/2006), harga saham Nokia di Bursa Saham New York (NYSE) naik 1,4 persen atau US$ 29 sen, menjadi US$ 20,26 per lembar.Sedangkan harga saham Siemens di Bursa Saham Frankfurt melonjak 6,7 persen atau 4,18 euro, menjadi 66,99 euro per lembarnya.
Rampung Sebelum 2007Transaksi merger tersebut diharapkan rampung sebelum 1 Januari 2007, dengan menjadikan Helsinki, Finlandia sebagai kantor pusat, dan kantor pusat regional di Munich, Jerman.Selain Olli, yang akan bertindak sebagai Chief Executive Officer ialah Simon Beresford-Wylie. Sedangkan jabatan Chief Financial Officer Nokia Siemens Network akan dipegang Peter Sconhofer.Olli mengatakan, pada 2005, pendapatan kedua perusahaan itu jika digabungkan mencapai US$ 15,8 miliar dengan jumlah tenaga kerja mencapai sekitar 60.000 orang.Dengan demikian, seperti diutarakan Olli, Nokia Siemens Network siap menawarkan secara menyeluruh layanan telepon bergerak kepada operator telepon tetap.Produk yang akan disediakan meliputi Next Generation Network (NGN) seperti Internet Protocol Multimedia Subsystem, Global System for Mobile Communication (GSM) dan Enhance Data Rates for GSM Evolution (EDGE) generasi kedua (2G), serta akses pita lebar 3G dengan teknologi WCDMA/HSDPA.Selain itu juga memperluas bisnis inti bagi penyelenggara seluler, operator saluran tetap pita lebar (
fixed broadband), IP Televisi (IPTV), dan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX). (rou)
Liputan ke ajang CommunicAsia 2006 ini terselenggara atas kerjasama detikINET dan Siemens Indonesia, serta turut didukung oleh Asus Indonesia
(wicak/)