Peran Satelit untuk Optimalkan Ekonomi Digital

Catatan dari Singapura

Peran Satelit untuk Optimalkan Ekonomi Digital

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 02 Jun 2022 21:12 WIB
Menkominfo di ATxSG 2022
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Pengembangan ekonomi digital bisa menggenjot produktivitas ekonomi dan kesejahteraan sosial, dan akses internet lewat satelit punya peran di situ.

Menkominfo Johnny G Plate menyebut Indonesia sebagai negara pemanfaat satelit terbesar di kawasan Asia. Dan ia pun menyebut Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur digital yang merata di seluruh Indonesia.

"Saat ini Indonesia itu menjadi negara pemanfaatan satelit terbesar di Asia paling besar dengan kapasitas terbesar satelit yang digunakan," paparnya saat berbicara di ATxSG 2022 yang digelar di Singapura, Selasa (31/5/2022).

Termasuk peluncuran dua satelit terbesar yaitu SATRIA-1 dan Hot Backup Satellite berkapasitas total sebesar 300 Gbps dan dan pembangunan Base Transceiver Station yang merata di seluruh wilayah tanah air termasuk di wilayah 3T.

Kominfo pun terus menggelar pembangunan infrastruktur digital dalam tiga lapisan di seluruh nusantara. Pada lapisan backbone, Indonesia saat ini memiliki jaringan serat optik dengan total panjang 459.111 kilometer, termasuk 12.399 kilometer serat optik yang dibangun oleh pemerintah.

"Kami juga sedang mempersiapkan penggelaran tambahan 12.083 kilometer serat optik pada tahun 2024 untuk mengintegrasikan jaringan nasional yang belum terhubung," jelas Johnny.

Di middle-mile, terdapat 9 satelit, microwave link, dan jaringan fiber-link yang saat ini digunakan untuk mendukung kebutuhan telekomunikasi dan digital. Lapisan ini juga akan didukung oleh Satelit High Throughput berkapasitas 2 x 150 Gbps yaitu SATRIA-I dan Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas gabungan 300 Gbps.

"Pembangunan itu untuk menyediakan akses internet bagi 150.000 fasilitas umum yang terdiri dari 93.000 sekolah, 47.900 gedung pemerintahan, 3.370 fasilitas kesehatan umum dan 3.900 fasilitas keamanan publik," tambahnya.

Menkominfo juga menyatakan dalam last-mile layer, dari total 83.218 wilayah pedesaan di Indonesia, upaya untuk mempersempit kesenjangan digital telah dilakukan dengan mengkoneksikan jaringan 4G di 70.670 wilayah pedesaan.

"Hingga tahun 2024, kita harapkan seluruh wilayah pedesaan dapat terkoneksi dengan layanan jaringan 4G melalui pembangunan BTS 4G yang saat ini sedang terus dilakukan. Inisiatif ini selanjutnya akan menambah 500.000 BTS yang ada di seluruh negeri," jelasnya.

Menurutnya, infrastruktur digital itu merupakan landasan untuk memberikan akses konektivitas yang lebih luas.

"Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah tanah air ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan untuk masyarakat khususnya di Indonesia oleh pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi penyumbang dari 60% GDP nasional," jelas Johnny.

Dalam kesempatan yang berbeda, Mira Tayyiba, Sekjen Kominfo, juga menyebut banyak negara lain yang juga punya ketertarikan terhadap infrastruktur satelit ini. Bahkan oleh negara yang tak berbentuk kepulauan seperti Indonesia.

"Satelit secara spesifik hari ini lumayan banyak dibahas ternyata negara bukan saja negara besar seperti Brazil atau negara kepulauan seperti Filipina yang tertarik dengan satelit, bahkan Singapura sendiri pun sangat tertarik dengan satelit," jelas Mira selepas menghadiri G2G Roundtable: Ministerial ATxSG 2022, di Singapura, Rabu (1/6/2022).



Simak Video "Menkominfo Bicara Soal Kabar 5G Ganggu Penerbangan di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)