Di Afrika, Tarif Internet 'Mencekik' Leher
- detikInet
Nairobi, Kenya -
Pengguna Internet di Afrika harus membayar sekitar 90 kali lipat dari jumlah yang pengguna Amerika keluarkan untuk melakukan koneksi Internet. Wah jadi berapa ya?Bila di Amerika Serikat pengguna Internet harus membayar US$ 20 untuk 1 GigaBit data perbulannya, Afrika harus menguras kantong lebih dalam lagi sebesar US$ 1.800 (US$ 1 = Rp 9.045 Sumber: detikcom) untuk besar data yang sama.Hal tersebut dijelaskan oleh Menteri Informasi dan Komunikasi, Mutahi Kagwe pada pidatonya dalam di konferensi Information and Communication Technology Afrika."Hal ini disebabkan karena biaya infrastruktur yang menghabiskan jutaan dolar pertahunnya, untuk melakukan rute data serta lalu lintas suara dari Afrika ke negara lain seperti Eropa dan Amerika Selatan," jelas Kagwe.Menurutnya, satu-satunya kabel fiber optik yang menghubungkan beberapa negara di Afrika menjadi sesuatu yang paling mahal di dunia dan mengkontribusikan bandwith yang sangat mahal pula. Karena sangat tingginya harga, Internet menjadi hal yang langka bagi penduduk Afrika. Terhitung hanya 1,5% dari 906 juta jiwa penduduk yang mampu melakukan koneksi ke Internet.Untuk hal ini, Kagwe menanggap Afrika sebagai negara yang tertinggal. "Kami masih di bawah hampir semua negara," imbuh Kagwe. Demikian Associated Press melansir dan dikutip detikINET, Kamis (18/05/2006). (amz)(Catatan Redaksi:Bagi pemberi komentar, mohon tidak mengisi kolom nama dengan kata/kalimat yang tak lazim sebagai nama orang. Nama samaran diperbolehkan. Pengisian nama dengan nama milik orang lain (public figure), alamat situs, merek, nama institusi tertentu dan/atau cenderung vulgar/ofensif/SARA, tidak diperkenankan.)
(annisa/)