Dampak ke Pelanggan Usai XL Axiata Caplok Link Net

Dampak ke Pelanggan Usai XL Axiata Caplok Link Net

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 27 Jan 2022 20:20 WIB
Teknisi XL Axiata memeriksa perangkat BTS di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Senin (10/2/2020). XL Axiata Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 25,15 trilliun atau meningkat sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15 persen YoY, dan pertumbuhan pendapatan tersebut melampui pendapatan rata-rata industri.
Dampak Pelanggan, Usai XL Axiata Caplok Link Net. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Axiata Group Berhad (Axiata) dan XL Axiata mengakuisisi Link Net dengan mengambilalih 66,03% dari Asia Link Dewa dan First Media. Apa rencana besar XL Axiata usai mencaplok penyedia layanan internet ini?

Presiden & Group CEO Axiata, Dato' Izzaddin Idris mengungkapkan, aksi korporasi tersebut akan berdampak pada XL Axiata dan Link Net memperkuat layanan komunikasi tanpa kabel (wireless communication services).

"Dengan memanfaatkan kekuatan bisnis telekomunikasi kami dari XL Axiata dan solusi konektivitas serta broadband dari Link Net, kami berharap dapat memberikan solusi konvergensi yang berfokus pada pelanggan segmen perumahan dan korporasi seiring dengan berkembangnya Indonesia untuk memajukan perekonomian digitalnya," tutur Idris dalam siaran persnya, Kamis (27/1/2022).

XL Axiata saat ini tengah berambisi menjadi operator konvergensi di Indonesia. Akuisisi Link Net merupakan salah satu strategi mencapai hal tersebut.

Link Net mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2000 dan sejak saat itu telah berkembang menjadi salah satu penyedia akses internet berkecepatan tinggi melalui jaringan tetap (high-speed broadband) dan TV kabel di Indonesia, menjangkau 2,8 juta rumah di 23 kota dengan basis sekitar 860.000 pelanggan.

"Ke depannya, pelanggan kami yang semakin tidak bisa lepas dari gaya hidup digital dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, bekerja, dan bermain, dapat menantikan solusi yang telah tergabung dengan sukses yang akan membekali mereka untuk memiliki daya saing dan peluang untuk berkembang di era new normal saat ini," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini.

Rencana Pengambilalihan diharapkan dapat menciptakan sinergi yang signifikan untuk Link Net dan XL Axiata melalui kombinasi posisi Link Net dan XL Axiata dalam layanan komunikasi tanpa kabel, berbagi jaringan utama (backbone) dan jaringan transmisi, serta hubungan yang erat dengan pelanggan di Indonesia.

Dipasangkan dengan layanan korporasi milik XL Axiata, termasuk koneksi seluler, Link Net akan berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan pasar perusahaan yang sedang berkembang tersebut.


Selain itu, Axiata akan mendapat keuntungan dari profil arus kas Link Net yang kuat dan pembagian dividen yang konsisten, serta memantapkan posisinya sebagai salah satu pelaku digital handal di kawasan ini, dengan peningkatan eksposur terhadap pendapatan rata-rata yang tinggi per pelanggan dan potensi pasar broadband berbasis kabel yang lebih tinggi dan berkembang cepat.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)