Kinerja XL Axiata Sampai Q3 2021: Pendapatan-Jumlah Pelanggan Naik

Kinerja XL Axiata Sampai Q3 2021: Pendapatan-Jumlah Pelanggan Naik

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 09 Nov 2021 20:45 WIB
Sejumlah karyawan mencoba demo layanan 5G di XL Center, XL Axiata Tower, Jakarta usai Kominfo menyatakan lolos Uji Laik Operasi (ULO) untuk menggelar jaringan 5G di Indonesia.
Kinerja XL Axiata Sampai Q3 2021: Pendapatan-Jumlah Pelanggan Naik. Foto: dok. Kominfo
Jakarta -

Operator seluler XL Axiata mengumumkan laporan kinerja perusahaan hingga kuartal ketiga 2021. Hasilnya, pendapatan perusahaan mengalami kenaikan, namun laba bersihnya merosot.

XL Axiata mencetak kenaikan pendapatan pada triwulan ketiga tahun ini menjadi Rp 19,08 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu di angka Rp 19,65 triliun.

Sementara itu, perusahaan membukukan laba bersih RP 1,02 triliun hingga kuartal ketiga 2021. Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu merosot 51,04% yang mencapai Rp 2,07 triliun.

"Kami tetap berupaya keras untuk bisa melalui periode kuartal ketiga 2021 yang cukup berat di tengah kompetisi industri yang tidak pernah kendor. Untuk itu, kami tetap melanjutkan digitalisasi secara end-to-end di hampir semua lini bisnis, antara lain dengan mengimplementasikan analisasi AI untuk meningkatkan efisien dalam operasional," ujar Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Selasa (9/11/2021).

Dari sisi pelanggan, ada penambahan sebanyak 1,9 juta pelanggan selama periode triwulan ketiga ini dengan ARPU blended Rp 37 ribu. Total pelanggan XL Axiata saat ini 57,98 juta pelanggan.

Juga tercatat pendapatan data terhadap pendapatan layanan (service revenue) meningkat menjadi sebesar 95%, dengan penetrasi smartphone mencapai 92% dari total pelanggan. Jariangan 4G XL Axiata telah menjangkau 458 kota/kabupaten yang ditopang oleh 69 ribu BTS 4G. Total BTS (2G/3G/4G) yang dimiliki XL Axiata saat sebanyak 153 ribu.

EBITDA kuartal ketiga 2021 tercatat sebesar Rp 3,4 triliun, dengan margin 50%. EBITDA sepanjang sembilan bulan tercatat Rp 9,9 triliun.

Untuk rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 0,5x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 70% dari pinjaman yang ada saat ini berbunga floating dan pembayarannya dikelola hingga dua tahun ke depan.

Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, XL Axiata telah membelanjakan capex yang lebih besar. Hingga periode sembilan bulan 2021, capitalized capex meningkat 25% YoY menjadi Rp 6,4 triliun, sedangkan committed capex meningkat 24% YoY menjadi Rp 4,5 triliun.

Sejumlah peluang positif di dalam industri telco yang direspon perusahaan, salah satunya merger Indosat dan Tri yang berpeluang meningkatkan dinamika kompetisi yang lebih seimbang di industri.

Kemudian, pelonggaran PPKM, berlanjutnya program bantuan kuota Kemendikbud Ristek 2021 untuk mendukung belajar online di masa pandemi. Peningkatan permintaan layanan fixed broadband hingga layanan 5G bermanfaat positif.



Simak Video "Walau Sudah Bisa 5G, XL Axiata Masih Pakai Spektrum untuk 4G"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)