Rekaman Syur Siswa SMU Beredar di Internet dan Ponsel
- detikInet
Pekanbaru -
Untuk kesekian kalinya rekaman adegan layaknya suami istri yang dilakukan oleh sepasang siswa-siswi menyebar ke publik. Selain muncul di situs porno, rekaman itu pun menyebar ke publik melalui telepon genggam.Di dalam rekaman dengan durasi sekitar 2 menit itu, terlihat dengan jelas pasangan ABG ini berbugil ria di atas kasur. Diperkirakan rekaman ini diambil melalui kamera telepon genggam yang dipegang oleh sang cowok. Dalam rekaman itu, ABG ini terlihat melakukan berbagai gaya dan posisi dalam berhubungan seksual. Sesekali rekaman itu melihatkan raut wajah mereka berdua. Cewek rambut sebahu yang ternyata siswi SMU 5 Kelas III IPS di Pekanbaru itu, tersenyum manis ketika tengah asik melakukan adegan ranjang. Begitu juga wajah sang cowok berambut cepak yang juga diduga teman sekelasnya terlihat tersenyum. Sebenarnya isu rekaman porno ini sudah tercium sejak sebulan yang lalu. Rekaman itu konon beredar di sejumlah telepon genggam para pelajar SMU 5 Pekanbaru. Saat itu, para wartawan sempat melakukan penelusuran ke sekolah tersebut. Tapi, hampir seluruh siswa di sekolah itu melakukan gerakan tutup mulut. Begitu juga dengan para guru dan kepala sekolah. Namun belakangan, entah siapa yang menyebarkan adegan itu, rekaman ini bisa tampil dengan jelas di situs porno.Sementara itu, kedua pelaku yang berinisial Mrt dan At, sudah dikeluarkan dari SMU 5 Pekanbaru. Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Edi Fariyadi ketika ditemui detikINET beberapa waktu lalu di Mapolda Riau, mengaku akan mempelajari terlebih dahulu rekaman adegan siswa tersebut. Pihaknya akan segera melakukan penyelidikan menelusuri dalang penyebar rekaman itu ke jaringan internet. "Dalam kasus ini kita akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Paling tidak, kita akan telusuri siapa orang yang menyebarkan rekaman tersebut. Sabar dulu, kita akan tangani masalah ini," kata Edi Fariyadi.Sedangkan orangtua murid dari siswi eks SMU 5 Pekanbaru, Novina atau biasa dipanggil Vina, merasa terpukul melihat anak gadisnya sendiri beradegan mesum dengan sang pacar dan diketahui publik. Dia mengaku cuma bisa pasrah mendengar cemoohan orang. "Saya harus tegar menghadapi cobaan ini. Ini sebuah pukulan berat buat keluarga saya. Namun saya tidak boleh patah semangat. Semua ini harus dihadapi dengan sabar dan tawakal," kata Vina dalam perbicangan dengan detikINET, Sabtu (8/04/2006) di Pekanbaru.Sudah Jatuh Tertimpa TanggaTak bisa dibayangkan kesedihan dan penderitaan yang dialaminya secara jasmani maupun rohani dari Vina, ibu dari siswa eks SMU 5 Pekanbaru itu. Ibu mana yang tak hancur hatinya melihat putri kesayangannya melakukan hubungan seks dan diketahui banyak orang. Bahkan setiap orang bisa saja memiliki copy dari file film adegan tersebut dengan dalih koleksi dan lain sebagainya.Vina juga mengakui bahwa pelaku adegan mesum yang beredar itu adalah putri kesayangannya. Dia sangat terpukul ketika melihat kenyataan yang ada. Selaku orangtua, dirinya juga sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mengasuh anaknya. "Tapi sudahlah, ini sebuah cobaan buat saya untuk bisa lebih introspeksi diri. Saya cuma bisa berharap dan berdoa agar tetap bisa tegar menghadapi semua ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi, terkecuali memohon petunjuk pada Yang Kuasa," kata Vina dengan nada datar. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah yang dirasakan Vina yang berprofesi sebagai wartawan. Tidak sedikit SMS diterimanya yang malah memberikan cemooh. Seakan ada kelompok di lingkungan kerjanya yang senang dengan peredaran rekaman mesum putri kesayangannya itu. "Mampus loe, rasain rekaman anakmu beredar luas. Mampuslah kau, syukurin," kata Vina menyebutkan salah satu isi SMS yang dia terima. Tak cuma itu saja, masih ada yang lebih kurang ajar lagi. Sudah harus menanggung malu, eh malah ada yang iseng mencoba untuk melakukan upaya pemerasan kepada keluarga Vina. Pemerasan itu dilakukan seseorang yang menelepon dirinya dan meminta uang pada keluarga wartawan ini. Upaya pemerasan ini bertujuan agar kasus rekaman mesum putrinya itu tidak disebarluaskan. "Entahlah dik, banyak SMS atau telepon yang masuk pada saya. Ada sebagian memberi spirit pada saya untuk tetap sabar. Tapi tidak sedikit pula ada yang menghina saya. Malah ada yang berupaya untuk melakukan pemerasan segala," kata Vina.Kasat Reskrim Poltabes Pekanbaru, AKP Edi Fariyadi kepada detikcom mengatakan, pihaknya akan tetap menyelidiki kasus penyebaran rekaman mesum itu. Pihaknya untuk tahap awal akan memanggil Kepala SMU 5 Hasan Basri. "Rabu pekan, kita akan segara memintai keterangan kepala sekolah. Kita akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus penyebaran rekaman mesum itu," kata Edi. (asy/rou)
(rouzni/)