Pengguna Ponsel Ogah Bayar Layanan Tambahan
- detikInet
Jakarta -
Pengguna ponsel ternyata kurang semangat untuk membayar lebih, demi mendapatkan layanan tambahan seperti video dan musik yang bisa diakses dari ponsel. Hal tersebut tampak dari hasil survei global yang dilakukan lembaga survei KPMG. Jika trennya seperti itu, operator tentunya harus mempertimbangkannya, dan memikirkan kembali model bisnis yang tepat. Asia merupakan kawasan di mana produk-produk konten multimedia, dinilai sudah lebih maju dibanding kawasan lain di dunia. Namun hasil survei menunjukkan, pengguna ponsel di kawasan ini merasa terpaksa jika harus membayar tarif premium untuk mendapatkan konten tersebut. Hal yang sama juga ditemukan di Eropa dan Amerika Serikat. Di dua kawasan ini, bisnis konten multimedia mulai tumbuh.Survei tersebut melibatkan 3.600 pengguna ponsel. 40 persen diantaranya mengatakan ogah jika dikenakan tarif premium, untuk menikmati konten multimedia seperti musik, video, cuplikan acara TV, berita dan lain sebagainya. FT.com yang dikutip detikinet, Senin (20/3/2006) tidak menyebutkan detil hasil survei. "Para penyedia konten harus berhenti menganggap layanan konvergen murni sebagai sumber pendapatan," kata Sean Collins, pimpinan global bidang komunikasi di KPMG. "Mereka harus menganggap layanan tersebut sebagai alat untuk mengurangi churn (pengurangan pelanggan-red), sehingga ada lebih banyak pelanggan yang setia," imbuhnya, seperti dilansir dari FT.com.Sampai saat ini, kebanyakan pengguna antusias membayar layanan tertentu seperti pesan singkat (SMS).Hal lain yang juga perlu dipertimbangkan adalah sulitnya menentukan harga layanan. Ini merupakan masalah sensitif, terjadi karena harga layanan multimedia di ponsel cenderung lebih mahal, sementara kebanyakan konsumen terbiasa mendapatkan layanan secara gratis di internet.Studi ini juga menunjukkan berbagai tipe konten yang sudah dan akan banyak digunakan, di berbagai kawasan yang berbeda. Gambaran singkatnya, kawasan Asia dinilai lebih tertarik dengan konten-konten hiburan, sementara Eropa dan Amerika lebih tertarik dengan layanan informasi. (nks)
(ketepi/)