Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Motorola: Pasar Ponsel CDMA Membaik

Motorola: Pasar Ponsel CDMA Membaik


- detikInet

Jakarta - PT Motorola Indonesia menilai, gebrakan-begrakan yang dilakukan operator CDMA akan meningkatkan potensi pasar ponsel CDMA di tanah air.Saat ini ponsel yang dilempar Motorola ke pasaran, kebanyakan berupa ponsel GSM. Yanty Agus, Marketing Manager Personal Communications Sector South Asia, PT. Motorola Indonesia, mengatakan saat ini 90 persen ponsel Motorola berupa ponsel GSM, dan sisanya (10 persen) adalah ponsel CDMA.Dengan makin maraknya persaingan antar operator CDMA, di sepanjang 2006, Yanty meyakini persentase ponsel GSM akan menjadi 80-85 persen, dengan kata lain, jumlah ponsel CDMA bertambah menjadi 15-20 persen."Dengan adanya upaya marketing yang lebih besar dari operator CDMA, marketnya akan berubah," ungkap Yanty, belum lama ini. Dia menambahkan, untuk tahun 2006, pihaknya akan meluncurkan lima tipe ponsel CDMA mulai yang low end, middle end dan high end, serta 15 tipe ponsel GSM.Yanty melihat, gebrakan yang dilakukan operator CDMA cukup menggiurkan, sehingga kebutuhan masyarakat akan ponsel CDMA pun makin besar.Beberapa waktu lalu, tepatnya Selasa (14/3/2006), Motorola menandatangani kesepakatan dengan PT Bakrie Telecom, untuk menggelar program bundling ponsel CDMA Motorola W-150, dengan kartu perdana Esia.Pelanggan Esia yang saat ini berkisar di angka 500.000-an pelanggan, ditargetkan bisa menjadi 1,3 juta pelanggan hingga akhir 2006. Angka tersebut tentunya setara dengan jumlah ponsel CDMA yang dibutuhkan pasar.Seperti diketahui, Esia memikat pasar dengan tawaran menelepon murah (Rp 1.000 per jam), melalui program TalkTime. Sementara operator CDMA lainnya, Mobile-8, juga menawarkan program serupa, yaitu 1388, yang memungkinkan pelanggannya menelepon dengan Rp 1.388 per jam. Di samping itu masih ada berbagai bonus yang ditawarkan produk CDMA lainnya seperti Flexi dari Telkom dan StarOne dari Indosat.Meski begitu, operator GSM masih memiliki basis pelanggan yang jauh lebih banyak dibanding CDMA. Pengamat menilai, kebanyakan pengguna menjadikan produk CDMA sebagai telepon kedua, sebagai pelengkap dari produk GSM yang dimilikinya. (nks) (ketepi/)





Hide Ads