Waspadai Modus Penipuan 'Karyawan Telkom'
- detikInet
Jakarta -
Rumah Anda didatangi orang yang mengaku utusan PT Telkom? Waspadalah, karena bisa saja orang tersebut bermaksud mencuri!Akhir-akhir ini sering terjadi penipuan dan pencurian yang dialami beberapa pelanggan Telkom. Pelakunya bisa dari orang-orang yang mengaku karyawan Telkom, atau oknum petugas Telkom sendiri. Salah satu modus yang sering dilakukan adalah dengan berpura-pura memperbaiki telepon rumah. Kemudian dengan dalih untuk kepentingan perbaikan, yang bersangkutan meminjam ponsel (HP) ke penghuni rumah. Saat pemilik rumah lengah, HP dibawa kabur. Selain itu, sejumlah modus yang juga sering dilakukan para penipu yang mengaku karyawan Telkom itu, antara lain: - Menawarkan pasang baru telepon dengan meminta pembayaran di tempat dengan memakai Surat Berlogo Telkom.- Menawarkan hadiah dengan meminta pembayaran pajak dimuka dengan bukti surat-surat yang nyaris otentik. - Meminta transfer sejumlah uang dengan skenario tertentu seperti drama peristiwa kecelakaan yang dialami kerabat. - Meminta pelanggan untuk mematikan pesawat telepon beberapa saat kemudian mengirimkan fax karena akan dilakukan pengetesan saluran telepon dengan kertas surat berlogo Telkom, ataupun dengan dalih untuk melakukan pemeriksaan saluran, pelanggan diminta untuk menghubungi nomor 0809xxxx dan menggantung teleponnya selama sekian jam dan sebagainya. - Penipuan melalui layanan pesan singkat (SMS) yang mengatasnamakan Ulang Tahun Telkom Flexi dan sebagainya.Pihak Telkom Divre II mengatakan, kasus-kasus seperti di atas banyak terjadi di Bogor, Jawa Barat dan belakangan merambat ke wilayah Jakarta Selatan. Melalui pernyataan tertulis yang diterima detikinet, Jumat (3/3/2006), Evi Maharani, Manager Public Relations Telkom Divre II, mengimbau kepada seluruh pelanggan Telkom, terutama pelanggan fixed wireline (telepon rumah) untuk lebih berhati-hati, dalam menyikapi berbagai modus penipuan dan kejahatan yang mengatasnamakan PT. Telkom."Kepada semua pelanggan Telkom diminta kewaspadaannya dengan mengacu pada modus dimaksud," ujarnya.Dia menegaskan bahwa setiap karyawan Telkom dilengkapi dengan Tanda Pengenal. Setiap petugas sudah dilengkapi dengan Surat Tugas (work order), peralatan dan sarana komunikasi untuk perbaikan gangguan, dan tidak diizinkan untuk meminjam peralatan apapun kepada pelanggan, termasuk pesawat untuk uji panggilan (test call)."Bila tidak dilengkapi Surat Tugas, Pelanggan diminta menolak kedatangan oknum yang mengaku petugas PT. Telkom dengan alasan akan memperbaiki gangguan telepon, meskipun sambungan teleponnya pada saat itu sedang mati/terganggu. Terlebih apabila pelanggan belum melaporkan gangguannya ke Call Center 147," papar Evi. (nks)
(ketepi/)