Registrasi Prabayar
Telkomsel Belajar dari Indonesian Idol
- detikInet
Jakarta -
Telkomsel boleh dibilang kewalahan memproses banyaknya pelanggan prabayar yang melakukan registrasi lewat pesan singkat (SMS). Untuk mengantisipasi banyaknya kegagalan, Telkomsel belajar dari ajang pencarian bakat 'Indonesian Idol'. Tapi kenapa musti Indonesian Idol?Seusai acara peluncuran program Telkomsel 'Tarif Hemat Simpati Mulai Lebih Awal' di Planet Hollywood Jakarta, detikinet sempat berbincang-bincang dengan GM CRM Telkomsel Achmad Riza mengenai registrasi prabayar. Riza sendiri menjadi salah satu petinggi Telkomsel yang paling sibuk gara-gara masalah registrasi prabayar ini.Menurutnya sejak 'kick off' registrasi prabayar pada 15 Desember 2005 lalu hingga saat ini, ada sekitar 740 ribu nomor prabayar Telkomsel sudah tersimpan dalam database mereka. Angka itu belum termasuk dari klub keanggotaan SimpatiZone (pengguna Simpati) yang sudah mencapai sekitar tiga juta dan Gang Asik (pengguna As) yang sekitar 50 ribuan. Jadi kalau ditotal secara keseluruhan, sudah sekitar 3,8 juta data pribadi pelanggan dipegang oleh Telkomsel.Selain memaparkan perolehan yang telah dicapai dalam hal registrasi, Riza juga membenarkan banyaknya kegagalan yang terjadi pada praktik registrasi prabayar. "Sebelumnya kapasitas hanya 50 ribu SMS per hari, sedangkan yang masuk 200 ribu. Bagaimana tidak failed?" tukas Riza.Nah oleh sebab itu, selain membuka jalur SMS, Telkomsel juga membuka jalur registrasi via situsnya, email, Grapari, serta Call Center 116. Namun berhubung cara meregistrasi yang paling mudah dan tanpa biaya hanya lewat SMS, menurut Riza , Telkomsel akan menambah kapasitas jaringan SMS-nya."Tidak hanya itu, kita juga akan membuat SMSC (SMS Center) khusus registrasi prabayar dengan kapasitas dua juta SMS per hari..kayak Idol," ujarnya.Malah kalau dihitung-hitung, menurut Riza, lonjakan SMS saat acara ajang pencarian bakat itu belum seberapa. "Idol paling cuma 50 ribu SMS per hari. Lah ini (registrasi prabayar-red) jutaan," tegasnya. Ya meskipun keadaannya tidak 100 persen serupa, Riza mengakui bahwa Telkomsel belajar dan mengadopsi sistim SMS massal itu dan tentang bagaimana cara mengantisipasinya. Sedangkan untuk membangun server SMS Center itu, VP Marketing & CRM Telkomsel Erik Meijer sebelumnya mengatakan besarnya investasi yang dikeluarkan mencapai miliaran rupiah. Tapi sayangnya, Erik enggan mengatakan angka pastinya secara rinci.Nanti, server pusat SMS khusus registrasi prabayar itu diharapkan mampu menangani 150 ribu pelanggan per harinya. Untuk proses registrasi Telkomsel, dibutuhkan sebanyak delapan SMS. Empat dari sang pengirim data, dan empat sebagai balasan konfirmasi dari server Telkomsel.Kalau dihitung-hitung, apabila perkiraan 150 ribu pelanggan itu dikalikan 8 SMS, berarti SMS yang lalu lalang ada sekitar 1,2 juta SMS per hari. Belum lagi kalau SMS itu gagal. "Nah itu dia gunanya kapasitas dua juta SMS itu.. untuk spare. Jaga-jaga untuk mengantisipasi kegagalan," jelas Riza lagi.Server SMS Center itu, menurut Riza, diharapkan sudah bisa berjalan pada Januari 2006 ini. Hal itu demi mengejar target terdaftarnya pelanggan prabayar keseluruhan pada April 2006 nanti. "Ya mudah-mudahan paling cepat minggu ini sudah bisa jalan," tambahnya.Masih ditempat yang sama, GM Marketing Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan pada detikinet bahwa trafik sms yang lalu lalang di server SMS Telkomsel untuk registrasi prabayar saat ini baru mencapai sekitar 90.000 SMS per hari. "Angka itu jelas masih di bawah target registrasi prabayar kami yang sekitar 150 ribu SMS per hari," ujar Riza.Jadi apa bedanya registrasi prabayar dengan Indonesian Idol? Sama-sama membangun SMS Center dengan investasi puluhan miliar. Cuma bedanya kalau Idol menghasilkan miliaran atau bahkan triliunan rupiah, sedangkan registrasi prabayar menghasilkan jutaan data pribadi yang harganya bisa tak terkira.
(rouzni/)