Kenya Dapat Balon Internet Google, Bukan Indonesia

Kenya Dapat Balon Internet Google, Bukan Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 09 Jul 2020 22:40 WIB
Balon Internet Google Project Loon
Bukan Indonesia, Tapi Kenya Nikmati Balon Internet Google (Foto: Google)
Jakarta -

Balon internet Google atau yang dikenal dengan Project Loon telah dikomersilkan, di mana Kenya menjadi negara pertama yang mencicipi layanan tersebut. Padahal dulu, Project Loon ini digadang-gadang akan diterbangkan di Indonesia.

Indonesia memang bukan diproyeksikan jadi negara pertama yang menikmati akses internet lewat balon tersebut. Tetapi, ada tiga operator seluler besar Indonesia yang menjalin kerja sama dengan Google untuk menerbangkan Project Loon pada 2015 lalu, tetapi sampai saat ini belum terealisasi.

Seiring berjalannya waktu, kini proyek tersebut dipegang oleh Loon, anak perusahaan induk Google, yaitu Alphabet. Dan, Loon telah mengomersilkan Project Loon di Kenya untuk memancarkan sinyal 4G untuk masyarakat di sana.

Seperti dilansir dari Cnet, Kamis (9/7/2020) balon internet tersebut terbang berkat kerja sama antara Loon dengan perusahaan telekomunikasi Telkom Kenya.

Sebelumnya, Project Loon lebih dimanfaatkan untuk memberikan layanan internet di daerah yang terkena situasi darurat, misalnya bencana alam yang terjadi di Puerto Rico pada tiga tahun lalu.

Adapun penerbangan balon internet Google ini juga menandakan bahwa teknologi tersebut jadi yang pertama diimpelementasikan di Afrika, wilayah yang paling tidak terlayani di dunia soal akses ke dunia maya.

Project Loon ini fungsinya serupa dengan menara telekomunikasi, namun terbang di atas ketinggian sekitar 60 ribu kaki. Project Loon bisa mengirim sinyal 4G untuk para pengguna internet di bawahnya, di mana luas jangkauannya sekitar 30 ribu mil persegi, termasuk daerah pedesaan serta ibu kota negara Kenya, Nairobi.

Loon diketahui lahir dari X, sebuah divisi yang memang ditugaskan untuk proyek-proyek eksperimental. Selain balon internet Google, proyek lainnya yang dikembangkan, yaitu mobil tanpa sopir dan layanan pengiriman drone perusahaan. Loon memulai debutnya pada tahun 2015, dipecah menjadi divisi sendiri sejak dua tahun lalu.



Simak Video "Rating TikTok Anjlok Gegara Ulah Kreator India"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)