Menunggu Taji Direksi 'The Winning Team II' Telkom

Menunggu Taji Direksi 'The Winning Team II' Telkom

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 22 Jun 2020 07:06 WIB
Illustrasi telkom indonesia
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Memiliki target transformasi jadi digital telco company, susunan direksi Telkom dirombak penuh. Menurut pengamat telekomunikasi, susunan direksi Telkom kini adalah The Winning Team II.

Bila dibandingkan dengan susunan direksi sebelumnya, menyisakan Ririek Adriansyah yang masih jadi Direktur Utama dan Eka Witjara yang berpindah dari Direktur Human Capital Management ke Direktur Enterprise.

Sementara yang lain merupakan wajah baru, yaitu Muhammad Fajrin Rasyid yang merupakan Pendiri Bukalapak, kemudian Venusiana Papasi yang ditarik Telkom dari anak perusahaannya Telkomsel, Heri Supriadi, Herlan Wijanarko, Afriwandi, dan Budi Setiawan. Lalu Dian Rahmawan dari Pelindo 1 kembali lagi masuk ke jajaran direksi.

Pendiri IndoTelko Forum Doni Ismanto Darwin menuturkan RUPST Telkom kali ini seperti menghasilkan The Winning Team II. Ia teringat kala Arief Yahya diangkat menjadi Dirut Telkom pada 2012, di mana kala itu Menteri BUMN Dahlan Iskan memberikan kebebasan ke Arief Yahya untuk mengangkat jajaran direksi yang akan mendukung kinerjanya.

"Kala itu AY (panggilan akrab Arief Yahya) menjuluki direksi pilihannya sebagai The Winning Team," ucapnya.

"Melihat hasil RUPST Telkom kali ini, bisa dikatakan sebagian besar jajaran direksi adalah orang-orang yang selama ini sudah lama bekerjasama dengan Ririek sebagai Dirut Telkom, atau ketika menjadi Dirut Telkomsel, bahkan saat Ririek masih sebagai direksi Telkom di masa The Winning Team I era AY," tuturnya.

Dalam direksi terbaru perusahaan BUMN ini, dihiasi orang-orang yang termasuk muda dan memiliki kompetisi di bidang digital. Adapun, Telkom sendiri memiliki target transformasi menuju digital telco company.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Tahun Buku 2019 yang dilaksanakan di Jakarta pada Jumat (19/06), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp15,26 triliun. Rapat menyetujui payout ratio sebesar 81,78% ini dengan rincian 60% atau sebesar Rp11,20 triliun merupakan dividen tunai dan 21,78% atau Rp4,06 triliun merupakan dividen spesial. Sementara itu, sisanya sebesar 18,22% atau Rp3,40 triliun merupakan laba ditahan.Jajaran direksi Telkom yang terbaru yang disebut The Winning Team II. Foto: dok. Telkom

"Artinya, dengan dominannya jajaran direksi dari kalangan internal, speed untuk bergerak maju bagi manajemen akan cepat karena konsolidasi tak perlu berlama-lama," jelas Doni.

Sementara penempatan Fajrin sebagai Direktur Digital Service dan Budi Setiawan sebagai Direktur Straegic Portfolio, kata Doni, bisa dikatakan kombinasi darah muda dan pengalaman yang nantinya diharapkan menghasilkan bisnis digital lebih baik bagi Telkom.

Sedangkan, Budi Setiawan dulu pernah berhasil melakukan rejuvenation bisnis Melon milik Telkom. Jadi, sudah tak asing juga dalam mengembangkan atau melakukan akuisisi bisnis digital.

Sedangkan, kehadiran Herlan Wijanarko yang memang malang melintang dalam membangun infrastruktur Telkom akan menjadi sinyal, Telkom akan tetap konsisten menggelontorkan belanja modal besar untuk membangun jaringan digital.

Belum lagi kembalinya Dian Rachmawan yang akan mengelola Wholesale & International Service, ungkap Doni, ini tentu juga memberikan sinyal Telkom akan kembali gencar melakukan ekspansi internasional melalui Telin. Dian adalah sosok yang dikenal membangun Telin Hong Kong.

Sedangkan Venusiana di Telkomsel sudah makan asam garam dengan bisnis konsumer, ditambah pengalamannya dalam membangun jaringan, ini akan membuat layanan IndiHome bisa makin tinggi penetrasi di pasar nantinya.

Ada lagi sosok Edi Witjara yang diharapkan akan mampu mengangkat bisnis enterprise dari Telkom agar bisa memberikan profitabilitas lebih tinggi. Sosok Edi tadinya sudah lama berkecimpung di finansial dan terakhir di SDM, ini tentu menjadi modal menata bisnis enterprise Telkom.

Jangan lupakan Afriwandi yang bsia dikatakan menjadi "Bek" untuk menjaga keseimbangan dari pergerakan perusahaan, terutama dalam pengembangan talenta digital Telkom.

"Tantangan bagi The Winning Team II ini memang lumayan berat mengingat di masa New Normal, semua operator masih mengalami kendala efek gunting dari layanan data, dimana trafik tinggi, perubahan perilaku pelanggan yang menjadikan titik site harus ditambah atau diubah sesuai kebutuhan, hingga nilai tukar rupiah yang masih melemah," kata Doni.

Ibarat Klub Sepak Bola, The Winning Team II ini jangan sampai terbebani dengan sejarah dari prestasi pendahulu di masa lalu. Mereka harus bisa menulis sejarahnya sendiri bagi Telkom, yang kita harapkan membawa BUMN ini berjaya di dalam dan luar negeri.



Simak Video "Fajrin Rasyid, Bos Bukalapak yang Kini Jadi Direktur Digital Telkom"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)