Registrasi Prabayar Indosat Sempat Bermasalah
- detikInet
Jakarta -
Pelanggan Indosat yang mengirim SMS ke 4444 untuk registrasi prabayar sempat mengalami gangguan. Tapi kini, 400 ribu pelanggan sudah terdaftar.Adanya gangguan pada jaringan yang menangani registrasi prabayar lewat SMS diakui oleh Johnny Swandi Syam, Direktur Consumer Market Indosat. Gangguan terjadi di 1-2 hari pertama sejak nomor 4444 diumumkan."Memang ada sedikit masalah, tapi kemudian sudah diperbaiki dan berjalan dengan baik," ujar Johnny setelah acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Indosat, di Gedung Indosat, Jakarta, Kamis (22/12/2005).Dari 15 Desember 2005 hingga 18 Desember 2005, ujar Johnnya, sudah tercatat 400 ribu pelanggan yang terdaftar melalui SMS. "Jadi kami perkirakan sekitar 90-100 ribu pelanggan per hari yang mendaftar," tambahnya. Pelanggan Lampaui TargetMenurut Dirut Indosat Hasnul Suhaimi, hingga 19 Desember 2005, jumlah pelanggan Indosat sudah mencapai 14,31 juta pelanggan. Angka itu melebihi ekspektasi target pelanggan yang dicanangkan, yaitu sekitar 13-14 juta. Untuk 2006, target awal diperkirakan 17,5-18,5 juta pelanggan. Dengan asumsi proses registrasi tidak mengurangi jumlah pertumbuhan pelanggan. "Kalaupun turun jumlah pelanggan diperkirakan 15-20 persen," ujar Hasnul. Meskipun target jumlah pelanggan itu tidak tercapai, Hasnul yakin Average Revenue per Unit (ARPU) Indosat akan naik dari segi volume. ARPU Indosat pada tahun 2005 turun 20 persen dari Rp 90.000 di 2004. Hasnul mengatakan, dari kuartal 3 ke kuartal 4 2005 terjadi peningkatan jumlah pelanggan Indosat di Jabotabek. "Bahkan Jabotabek pada bulan ini (Desember 2005-red) menjadi market leader, dengan angka yang cukup siginifikan. Lebih dari 40 persen," ujar Hasnul. Pada 2006, Hasnul berharap Indosat bisa meningkatkan market share di Jabotabek dari saat ini 32-33 persen. Jika tidak, lanjutnya, paling tidak Indosat akan mempertahankan angka itu. Di 2006, capital expenditures (Capex) yang dikeluarkan Indosat sebesar Rp 6,7 triliun. Sebanyak Rp 3 triliun dari angka itu disiapkan untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Sebanyak 80 persen dari Capex digunakan untuk seluler dan 3G. Sedangkan 20 persen sisanya untuk StarOne, infrastruktur teknologi informasi, dan backbone.
(wicak/)