Axiata Mau Caplok Operator Seluler di Indonesia

Axiata Mau Caplok Operator Seluler di Indonesia

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 26 Mei 2020 11:36 WIB
Teknisi XL Axiata memeriksa perangkat BTS di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Senin (10/2/2020). XL Axiata Tbk berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 25,15 trilliun atau meningkat sembilan persen dibandingkan tahun sebelumnya, yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15 persen YoY, dan pertumbuhan pendapatan tersebut melampui pendapatan rata-rata industri.
Axiata Mau Caplok Operator Seluler di Indonesia (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Axiata dikabarkan tengah melakukan pembicaraan untuk membeli salah satu operator seluler pesaing yang lebih kecil. Upaya tersebut untuk efisiensi sekaligus mengurangi persaingan pasar.

Demikian disampaikan CEO Axiata Jamaludin Ibrahim dalam sesi wawancara eksklusif dengan Reuters. Sayangnya tidak disebutkan operator mana yang akan dicaplok.

Saat ini ada empat operator yang posisinya setara atau di bawah XL Axiata. Ada Indosat Ooredoo, Smartfren dan Tri Indonesia.

"Kecuali pemain terbesar, saya dapat memberitahukan saat ini kami sedang berbicara dengan semua orang untuk semacam pengaturan," terang Jamaludin.

"Saya tidak bisa membayangkan membeli dua (operator) dan toh Anda tidak perlu melakukannya," tambahnya.

Jamaludin mengatakan Axiata Group punya kapitalisasi pasar sekitar USD 8 miliar. Saat ini pihaknya telah melakukan uji tuntas tahun lalu, dan informasi dari itu dapat berguna jika kesepakatan akan terwujud tahun ini.

Jamaludin, yang pensiun akhir tahun ini, mengatakan Axiata juga sedang mencari kesepakatan di Malaysia dan Sri Lanka. Perusahaan ini juga beroperasi di Bangladesh, Kamboja, Nepal, Pakistan, Myanmar, Thailand, Laos, dan Filipina.

"Saya berharap sebelum pensiun, setidaknya satu negara terjadi. Entah Malaysia, Indonesia atau Sri Lanka,"katanya.

"COVID-19 menjadikannya suatu keharusan untuk berkonsolidasi, bahkan lebih dari sebelumnya, dan karenanya untuk berdiskusi dengan semua pihak menjadi sangat penting." sambung Jamaludin.

Jika rencana akuisisi Axiata dengan salah satu operator seluler di Indonesia benar terjadi, maka apa yang dicanangkan pemerintah sejak lama terwujud.