Gagal Mengorbit, Indosat Cari Satelit Pengganti Nusantara Dua

Gagal Mengorbit, Indosat Cari Satelit Pengganti Nusantara Dua

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 10 Apr 2020 15:35 WIB
182062885
Ilustrasi satelit. Foto: iStock
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyebutkan Palapa D akan segera ditambal dengan satelit pengganti, setelah Nusantara Dua gagal mencapai orbit kemarin (9/4).

"Untuk itu Indosat telah bekerjasama dengan PT Pasifik Satelit Nusantara untuk meletakkan satelit baru di orbit 113 derajat Bujur Timur," ungkap Johnny dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (10/4/2020).

Sebagai informasi, Indosat Ooredoo, PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), dan PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar) membentuk perusahaan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) untuk peluncuran dan pengoperasian satelit Nusantara Dua.

PSNS bekerjasama untuk untuk pembelian satelit dengan produsen satelit terkemuka asal Tiongkok, China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) pada Februari 2019.

Upaya segera mencari pengganti satelit pengganti tersebut mengingat Palapa D banyak dimanfaatkan untuk memancarkan penyiaran ke seluruh Indonesia. Disebutkan Johnny, ada 23 lembaga penyiaran televisi dan 8 stasiun radio yang menggunakan Palapa D.

"Kami telah melakukan pembicaraan dengan operator seluler yang dalam hal ini Indosat maupun bersama mitranya PSN yang mengatakan kepada kami akan diambil atau dilakukan berbagai kebijakan untuk memastikan tidak terjadi interupsi satelit kepada perusahaan-perusahaan atau lembaga penyiaran," tutur Johnny.

Chief Business Officer Indosat Ooredoo Bayu Hanantasena menjelaskan bahwa perusahaannya telah menyiapkan rencana bisnis selanjutnya, yakni dengan menyiapkan satelit pengganti Nusantara Dua untuk mengisi kekosongan Palapa D yang akan berakhir masa operasinya tahun ini.

"Mencari satelit pengganti untuk terus memastikan layanan yang diberikan kepada pelanggan, khususnya pelanggan-pelanggan penyiaran maupun pelanggan komunikasi kita akan dilayani dengan baik dan tidak terganggu layanannya," pungkas Bayu.



Simak Video "Rencana Kontingensi Kominfo Terkait Kendala Satelit Nusantara Dua"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fyk)