Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Registrasi Prabayar? Lewat SMS Saja

Registrasi Prabayar? Lewat SMS Saja


- detikInet

Jakarta - Pengguna kartu telekomunikasi seluler prabayar berharap proses registrasi prabayar bisa sederhana dan mudah. Bahkan, seharusnya ada insentif tunai bagi mereka yang bersedia mendaftar. Hal itu diungkapkan pembaca detikinet melalui e-mail kepada redaksi. Secara umum, yang diinginkan adalah kemudahan.Misalnya saran dari pembaca dengan nama Kasiman Peranginangin. Ia berpendapat, registrasi prabayar sebaiknya dilakukan lewat pesan singkat (SMS). "Kalau pemerintah mau daftaran pemegang kartu prabayar, lakukan saja via SMS tanpa dikenakan biaya dan berhadiah, misalnya pulsa Rp 5000. Itung-itung amal pemerintah di masa tekanan ekonomi ini," tulisnya kepada detikinet, Selasa (6/12/2005). Pembaca lain, Samuel, mengharapkan Indonesia bisa mengikuti cara operator Singapura menerapkan registrasi prabayar. Negeri berlambang singa itu menerapkan registrasi prabayar sejak November 2005. "Caranya ini yang berbeda dengan operator di Indonesia, di sini setiap registrasi akan diberi voucher senilai S$6 dan bahkan di beberapa tempat tertentu dikasih minuman selagi antri," tulisnya. Lain lagi pendapat H. Yan Asprihanto. Pengguna kartu prabayar proXL itu mengatakan telah tiga kali berganti nomor. Untuk penggantian yang ketiga, ia melakukannya demi peningkatan fasilitas. "Penggantian terakhir itulah yang menurut saya paling pas untuk mendaftarkan diri pada operator, karena untuk mengganti kartu dengan nomor sama, harus ke XL Center. Di sana identitas kami dicatat lengkap dengan fotocopy KTP," ia menjelaskan. Selain mudah, Yan menekankan agar registrasi prabayar tidak dipungut biaya. "Dan yang penting, tidak ada biaya tambahan, sehingga tidak memberatkan. Kalau memakai cara ikut klub dan harus bayar lagi, bisa dipastikan orang malas melakukannya," tutur Yan.Yan pun mengusulkan agar mekanisme aktivasi kartu prabayar diterapkan kembali. "Syaratnya harus mengisi nomor identitas dan alamat pelanggan baru. Jadi jangan memberatkan penjualnya, distributor, eceran yang tidak menjadi bagian dari sistem operatornya," ia menambahkan. Meski demikian, ada juga pembaca yang 'menolak' ide registrasi prabayar tersebut. "Menurut saya tidak ada gunanya registrasi prabayar selama sistem kontrol pemberian KTP kita masih sangat lemah. Orang dengan mudahnya akan mendapatkan KTP palsu dan menggunakannya untuk registrasi," ujar Marwan Lobian. Dari sisi lain, dalam waktu dekat semua operator seluler berencana mengumumkan metode registrasi prabayar yang seragam. Hal itu diungkapkan Kiskenda Suriawihardja, Presiden Direktur Telkomsel, dalam sebuah kesempatan yang berbeda. Kapan dan bagaimana registrasi prabayar? Tunggu tanggal mainnya! (wicak/)







Hide Ads