Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Esia Perkuat Jaringan dengan Rp 500 Miliar

Esia Perkuat Jaringan dengan Rp 500 Miliar


- detikInet

Jakarta - Sinyal hilang (blankspot) serta putusnya sambungan (drop call) memang amat menjengkelkan kala berponsel ria. Kedua hal itu berpotensi membuat pelanggan bisa seenaknya saja berpindah operator, memicu terjadinya nomor hangus (churn rate). Hal itu tentunya jadi momok operator, tak terkecuali Esia. Satu-satunya pilihan ya memperkuat jaringan.Chief Technical Officer PT Bakrie Telecom A.G. Rao menjelaskan, perkembangan suatu wilayah, pertumbuhan permintaan masyarakat dan dinamika lalu lintas percakapan telepon mengharuskan Bakrie Telecom melakukan peningkatan kualitas jaringan Esia secara terus-menerus. Apalagi menurutnya, jumlah pelanggan Esia terus tumbuh secara signifikan sejak diluncurkannya kampanye program Talk Time pada Agustus lalu."Tidak ada kata selesai dalam meningkatkan kualitas jaringan, karena jika kita lalai, maka pelanggan akan dengan mudahnya berganti operator," kata Rao dalam keterangan tertulis, Senin (28/11/2005).Perbaikan kualitas pun dimulai. Bakrie Telecom mengatakan telah mengadopsi In Building Solutions, atau penguatan sinyal di dalam gedung-gedung di wilayah pusat kota Jakarta dan Bandung sejak November 2004 lalu. Upaya itu diklaim telah berhasil memperkuat sinyal Esia pada lokasi perkotaan di mana lalu lintas pembicaraan sangat padat, terutama pada waktu-waktu sibuk.Suntikan Dana Rp 500 MiliarUsaha penguatan jaringan juga dilakukan dengan penambahan BTS di wilayah Jabotabek. Rencana pengembangan dan ekspansi jaringan tersebut, pembiayaannya diperoleh dari tambahan modal sebesar Rp 500 miliar dari induk perusahaannya, yaitu PT Bakrie Brothers Tbk. "Dana sebesar Rp 500 miliar itu adalah tambahan dana pengembangan usaha yang diperoleh Bakrie & Brothers dari hasil right issue, yang disuntikkan kepada Bakrie Telecom dalam bentuk penambahan modal," Jastiro. Sebelumnya, Bakrie & Brothers pada bulan Juni lalu baru saja melakukan penerbitan saham baru dan mendapatkan dana segar sebesar Rp 1,9 triliun. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bakrie Brothers pun telah menyetujui alokasi dana sebesar Rp 500 miliar untuk meningkatkan investasinya, dalam bentuk penyertaan modal guna mendukung ekspansi Bakrie Telecom.Bakrie Brothers sendiri meyakini Bakrie Telecom akan menjadi penyumbang keuntungan yang signifikan di masa mendatang, mengingat potensi pasar yang begitu besar dan pertumbuhan industri telekomunikasi yang sangat pesat. Sekarang, penguatan sinyal Esia di Jabotabek dimaksudkan pula untuk menampung permintaan masyarakat Jakarta yang tinggal di wilayah pinggiran kota. Hal itu dilakukan karena mayoritas penduduk di kota Jakarta terus tumbuh dan tinggal di wilayah pinggiran kota, seperti Gunung Putri, Cileungsi, Sawangan, Parung atau juga Karawaci Tangerang. (rouzni/)







Hide Ads