Sabtu, 02 Nov 2019 12:12 WIB

9 Bulan Pertama 2019, Kinerja Keuangan XL Tumbuh 11%

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: XL Axiata Foto: XL Axiata
Jakarta - XL Axiata (XL) mengumumkan kinerja keuangan perusahaan. Hasilnya, kinerja keuangan operator yang identik warna biru ini tercatat cemerlang selama bulan pertama 2019.

Hingga kuartal kertiga 2019 ini pendapatan XL tumbuh sebesar 11% YoY dan selama periode triwulan ketiga naik 3% QoQ. Pencapaian ini tak terlepas dari usaha XL dalam mendorong penggunaan layanan oleh pelanggan melalui upselling layanan data, yang pada akhirnya mampu meningkatkan ARPU blended pada kuartal ini, yaitu naik menjadi Rp 36 ribu dari Rp 34 ribu di kuartal sebelumnya.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan pendorong utama keberhasilan melakukan upselling pada pelanggan merupakan inisiatif perusahaan dalam menerapkan Customer Value Management yang berbasis analytics dengan memanfaatkan platform Omni Channel.



"Upaya ini termasuk diantaranya pemanfaatan digital IT dan data analytics untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, sehingga perusahaan bisa lebih mudah dalam menyediakan dan menawarkan layanan yang memang dibutuhkan setiap pelanggan. Kami juga memiliki inisiatif lanjutan yang sedang kami rencanakan untuk dapat meningkatkan dan memberikan layanan yang lebih baik bagi pelanggan," ujar Dian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/11/2019).

Dian menambahkan, kenaikan pendapatan didorong oleh kenaikan pada pendapatan layanan sebesar 16% YoY dan pendapatan data yang melonjak hingga 30% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, perusahaan juga berhasil melakukan efisiensi biaya sehingga mampu meningkatkan EBITDA sebesar 19% YoY, yang sekaligus lebih tinggi dari pendapatan dan mendorong peningkatan EBITDA margin sebesar 3 ppts. XL juga kembali mencatatkan laba bersih yang telah dinormalisasi sebesar Rp 505 miliar di periode 9 bulan tahun 2019 ini.

XL AFoto: XL Axiata


Penerapan strategi "dual brand", investasi pada perluasan jaringan data telah ikut mendorong posisi XL. Hal inilah yang kemudian turut meningkatkan penetrasi pengguna smartphone menjadi sekitar 86% atau 47,7 juta dari total pelanggan dan memperbesar kontribusi pendapatan dari layanan data menjadi 88% dari total pendapatan layanan perusahaan.

Selain itu, jumlah pengguna data naik menjadi 88% YoY dari total pelanggan, 70% di antaranya menggunakan data 4G. Pencapaian tersebut menempatkan perusahaan pada posisi yang lebih kuat dalam menghadapi dampak terus menurunnya pendapatan dari layanan tradisional (voice and SMS). Total jumlah pelanggan meningkat menjadi 55,5 juta dari 53,9 juta di periode yang sama tahun sebelumnya.

Sampai saat ini XL terus melanjutkan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan data terutama di luar Jawa. Hasilnya hingga periode triwulan ketiga 2019, jumlah BTS telah meningkat menjadi total 129 ribu unit dengan lebih dari 53 ribu unit yang di antaranya adalah BTS 3G dan lebih dari 39 ribu BTS 4G. Adapun, layanan 4G dari XL kini hadir di 410 kota/kabupaten, di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di luar Jawa. Selain itu, fiberisasi juga terus dipergencar seiring dengan terus meningkatnya trafik data.



Total trafik di seluruh jaringan XL meningkat tajam sebesar 56% YoY selama periode 9 bulan di tahun 2019 ini. Pertumbuhan tinggi ini mayoritas terjadi di layanan data, terutama pada layanan 4G. Sejak perusahaan fokus berinvestasi jaringan di luar Jawa mulai 2016 hingga saat ini, kinerja dari luar Jawa menunjukkan performa yang kuat. Pendapatan dari wilayah luar Jawa juga terus meningkat mengungguli pertumbuhan di Jawa, dan tentu saja ikut meningkat pula kontribusinya pada pendapatan perusahaan.

Sepanjang sembilan bulan 2019, XL telah melakukan pembayaran atas pinjaman bank sebesar Rp 750 miliar menggunakan dana internal. Hingga 30 September 2019, perusahaan tidak memiliki pinjaman dalam mata uang US Dollar.



Simak Video "XL Axiata Getol Bangun Jaringan di Daerah Pelosok"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)