Genjot Penghasilan
Indosat Perluas SLJJ ke 18 Kota
- detikInet
Jakarta -
Indosat berencana menambah jangkauan layanan sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) ke 18 kota baru di Indonesia, dari enam kota selama ini. Jumlah menit SLJJ ditargetkan capai 50 juta menit pada 2006, dari 21 juta menit di kuartal ketiga tahun ini.Setelah kebijakan duopoli digulirkan dalam bidang telekomunikasi, Indosat kini memiliki hak untuk menggelar layanan SLJJ, dari semula hanya disediakan Telkom. Jika awalnya konsumen harus menekan kode akses '011' untuk memakai layanan SLJJ Indosat, kini layanan tersebut bisa diakses dengan awalan '0' saja. Peluncuran layanan SLJJ berawalan '0' ini, adalah tahap awal implmentasi kerjasamanya dengan PT Telkom. Saat ini SLJJ Indosat melayani enam kota di Indonesia, yaitu Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Balikpapan. Dari segi penghasilan, Indosat mencatatkan kurang lebih Rp 12 miliar, dengan voice traffic sebesar tahun 10,6 juta menit pada tahun 2004. Hingga kuartal ketiga 2005, Indosat sudah mencatatkan 21 juta menit panggilan SLJJ, dengan perkiraan pendapatan Rp 33 miliar. Sampai akhir tahun, diestimasikan sekitar 28,7 juta menit panggilan dengan pendapatan Rp 45 miliar. Target tersebut dicapai melalui perluasan layanan hingga ke 18 kota tambahan, yaitu Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Cirebon, Yogyakarta, Madiun, Pekanbaru, Palembang, Makasar, Lampung, Banjarmasin, Pontianak, Manado, Padang, Jember, Lheukseumawe dan Tenggarong."Target ini realistis karena jumlah quota dan pelanggan diperkirakan bertambah. Belum lagi kalau coverage-nya diperluas," kata Bambang Priantono, SVP Marketing and Sales PT Indosat, saat peluncuran di Hotel Intercontinental Jakarta, Selasa (18/10/2005). Menurutnya, pasar SLJJ selalu meningkat seiring dengan kebutuhan telekomunikasi dan teledensitas layanan. Saat ini layanan SLJJ Indosat digelar melalui layanan StarOne dan i-phone. Hingga kuartal ketiga 2005, jumlah pelanggan StarOne mencapai 213 ribu dan pelanggan i-phone mencapai 20 ribu. InterkoneksiLayanan SLJJ didasarkan pada kerjasama interkoneksi berbasis biaya dengan PT Telkom. "Nantinya akan ada sharing profit," kata Bambang. Menurutnya, untuk trafik lokal, sharing profit yang akan dibagikan sebesar Rp 240 per menit dan untuk SLJJ sebesar Rp 1.000 per menit.Untuk biaya interkoneksi ini bersifat resiprokal. "Angka tersebut dinamis, masih bisa berubah, karena sistem interkoneksi berbasis biaya juga masih diolah oleh pemerintah," kata Bambang.Sementara itu Saiful Rizal, SVP Product Development Corporate and Marketing, PT Indosat mengatakan, SLJJ Indosat sekarang menggunakan sistem digital, dari sebelumnya menggunakan sistem analog. Hal ini menghasilkan kualitas suara yang lebih baik. Sementara untuk signaling, Indosat pakai sistem C7, perusahaan juga memakai sentral SLJJ yang dikombinasikan dengan sentral lokal. Indosat mengakui kalau SLJJ-nya belum bisa bersaing secara head-to-head dengan Telkom. Bambang mengatakan, hal itu disebabkan karena basis pelanggan Telkom yang lebih besar. Saat ini pangsa pasar SLJJ Indosat baru satu persen, ditargetkan tahun depan meningkat jadi lima persen. "Kami masih pemain baru," demikian alasan yang disampaikan Bambang.
(ketepi/)