Jumat, 28 Jun 2019 20:38 WIB

Nokia ke Inggris: Bahaya Pakai Huawei Kalau Gelar 5G

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Arnd Wiegmann/Reuters Foto: Arnd Wiegmann/Reuters
Jakarta - Nokia melancarkan 'perang dingin' dengan Huawei. Inggris diimbau oleh Nokia agar berhati-hati menggunakan peralatan Huawei jika ingin menggelar layanan 5G.

Perusahaan asal Finlandia itu mengatakan bahwa peralatan telekomunikasi milik Huawei punya kerentanan keamanan sehingga bisa berisiko jika digunakan. Nokia sendiri di sektor penyedia teknologi telekomunikasi adalah pesaing Huawei.

Chief Technology Officer Nokia, Marcus Weldon, mengatakan jika berdasarkan laporan yang dirilis perusahaan keamanan Amerika Serikat, Finite State, peralatan jaringan vendor asal Negeri Tirai Bambu tersebut terbilang tidak aman. Sementara itu, peralatan Nokia dinilai aman.



"Di hampir semua kategori yang kami pelajari, kami menemukan perangkat Huawei kurang aman dibandingkan perangkat yang sebanding dari vendor lain," ucapnya.

Weldon menuturkan Inggris perlu menangani masalah ini dengan sangat serius. Sebab, 5G yang merupakan teknologi baru memainkan peran penting di infrastruktur utama.

"Itu artinya waspada jika menambahkan vendor China ke dalam infrastruktur jaringan, selama kerentanan ini kemungkinan atau cenderung ada berdasarkan praktik sebelumnya," kata dia.

Weldon juga turut berkomentar terkait pemberlakuan daftar hitam yang diberikan Departemen Perdagangan AS kepada Huawei. Dampak dari kebijakan tersebut tentunya Huawei mendapat tekanan dari berbagai perusahaan teknologi global.



"Keadilan kembali terjadi di pasar. Kami di masa lalu dirugikan terhadap praktik-praktik yang diizinkan oleh orang China dalam hal mekanisme pendanaan," sebutnya.

Negeri Ratu Elizabeth ini memang tengah bertahap meluncurkan jaringan 5G kepada warganya. Dalam penggelaran tersebut, operator seluler di sana memakai peralatan kepunyaan Huawei. Menurut mereka, mengikuti larangan ke Huawei itu berarti menunda peluncuran 5G dan menambah ongkos biaya lainnya.

Di Inggris, Huawei memang tengah diawasi ketat oleh Government Communications Headquarters (GCHQ). Pemerintah Inggris telah meninjau keamanan rantai pasokan telekomunikasi. Di samping itu, mereka juga mendapat tekanan dari AS untuk melarang Huawei bila ingin menggelar 5G.



Huawei sendiri membantah peralatannya memiliki risiko keamanan seperti tudingan Nokia. Menurut vendor asal China itu, pernyataan tersebut dinilai menyesatkan.

"Kami punya rekam jejak yang terbukti memberikan produk-produk yang aman, dapat dipercaya, dan berkualitas tinggi untuk setiap operator telekomunikasi di Eropa. Kemanan siber tetap jadi prioritas utama Huawei dan di sini, di Inggris, kami tunduk pada pengawasan yang paling ketat dibandingkan pesaing lainnya di sektor kami," tutur Huawei. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed