Selasa, 30 Apr 2019 16:55 WIB

Kisah Perjuangan di Balik Pembangunan Palapa Ring di Papua

Syahdan Alamsyah - detikInet
Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET
Jakarta - Benyamin Sembiring, pria yang menjabat sebagai Project Leader Palapa Timur Telematika, sarat semangat menggerak-gerakkan kedua tangan ke atas saat memberi penjelasan di depan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Saat itu dia menggambarkan betapa sulitnya mengantar sejumlah material ke perbukitan tempat dibangunnya tower Base Transceiver Station (BTS) Microwave menggunakan helikopter.

"Kondisinya sulit, tapi beban kami juga sama besarnya untuk memenuhi harapan semua pihak memeratakan jaringan telekomunikasi di tempat berdirinya tower-tower tersebut," kata pria yang akrab disapa Benny tersebut kepada detikcom, Selasa (30/4/2019).

Benny tak hanya bertanggung jawab terhadap pemasangan tower-tower itu melainkan juga atas pemasangan jaringan lain seperti pemasangan inland bawah tanah melalui penggalian fiber optik dan pemasangan kabel komunikasi bawah laut atau "submarine" (kabel bentang laut).


Kisah Perjuangan di Balik Pembangunan Palapa Ring di PapuaFoto: Syahdan Alamsyah/detikINET

"Di antara semuanya yang paling kami anggap ringan adalah Submarine, meski itupun tergantung pada besaran ombak laut dan ketinggian ari karena pemasangannya menggunakan kapal khusus pembawa kabel jaringan," lanjutnya.

Lain kisah dengan Haris Asso. Kepala Bidang Diskominfo Kabupaten Jayawijaya ini mengaku sudah sering berhadapan dengan kepala-kepala suku adat atau warga yang menolak pemasangan tower.

Maka acara adat pun kerap digelar dengan babi dan ayam panggang. Kemudian biaya penggantian atas tanah yang digunakan untuk berdirinya tower juga menelan biaya tak sedikit. Namun, melalui pendekatan tentang perlunya jaringan komunikasi data maka perlahan warga mengerti.

"Saya jelaskan ke warga, kita perlu untuk anak cucu kita pemerataan internet. Bagaimana dengan adanya jaringan internet yang bagus nantinya akan berpengaruh kepada sektor perekonomian dan pendidikan," kata Haris dengan nada suara penuh semangat.

Kisah Perjuangan di Balik Pembangunan Palapa Ring di PapuaFoto: Syahdan Alamsyah/detikINET

Dia juga menyebut Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua sangat berperan dalam mengatasi setiap persoalan yang muncul ketika progres Palapa Timur menemui hambatan.

"Beliau yang selalu menugaskan kami ketika ada hambatan, apabila perlu diselesaikan secara adat kita selesaikan yang pasti kita menghindari konflik. Tidak jarang kita lakukan upacara tanda permisi kepada alam, panggang ayam dan babi beberapa ekor," ucapnya.




Dengan kecakapannya berkomunikasi, Haris sukses membuka akses pembangunan tower di beberapa titik di wilayah Jayawijaya.

"Bukan hanya saya tapi semua masyarakat Papua senang dengan pembangunan Palapa ring timur oleh bapak Jokowi melalui Kementrian Kominfo. Makanya hari ini kita semua bersemangat menyambut kedatangan Bapak Rudiantara, dengan kedatangan beliau progres pekerjaan semoga bisa dipercepat nantinya," tandas dia.


(sya/krs)