Rabu, 26 Sep 2018 09:40 WIB

Kiprah Terakhir Joy Wahjudi Sebagai Dirut Indosat

Agus Tri Haryanto - detikInet
Joy Wahjudi. Foto: istimewa Joy Wahjudi. Foto: istimewa
Jakarta - Joy Wahjudi memutuskan mundur dari jabatan CEO dan Direktur Utama Indosat. Alasan pribadi jadi penyebabnya. Kiprah terakhir Joy sebelum mengundurkan diri adalah ikut menangani proyek kabel internet bawah laut Indigo hingga selesai tahap pertama.

Proyek tersebut adalah hasil konsorsium antara AARNet, Google, Indosat Ooredoo, Singtel, Subpartners, dan Telstra dan telah menyelesaikan penggelaran kabel serat optik bagian pertama.

Itu ditandai dengan sistem kabel laut tersebut sudah mencapai bagian barat di Floreat Beach, Perth, Australia. Berarti pekerjaan penggelaran bagian pertama dari bentangan kabel sepanjang 2.400 km dari Pulau Christmas ke Perth telah selesai.



Penggelaran bagian kedua dari proyek Indigo bagian barat antara Singapura dan Indonesia akan dimulai bulan ini dan diharapkan selesai akhir tahun 2018.

"Kabel ini akan terhubung dengan jaringan teresterial Telstra yang luas untuk menyediakan konektivitas lanjutan di seluruh Australia. Begitu selesai, sistem kabel akan memperkuat jaringan antara Australia dan pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat, dengan menghadirkan kecepatan maksimal dan keandalan yang meningkat secara dramatis," tutur Paul Abfalter, Head of North Asia & Global Wholesale Telstra dalam siaran persnya.

Menurut CEO AARNet Chris Hancock, Indigo menjadi yang pertama dari sejumlah investasi yang signifikan untuk pendidikan dan penelitian di Australia. Kehadiran sistem kabel bawah laut ini akan menyediakan infrastruktur penting guna memenuhi pertumbuhan di masa depan dalam kolaborasi penelitian dan pendidikan trans-nasional antara Australia dan mitranya di Asia.

Seperti diketahui, pencapaian Indigo kali ini adalah kelanjutan pengumuman konsorsium di Juli 2017 yang melakukan kerja sama dengan Alcatel Submarine Networks (ASN) membangun sistem kabel bawah laut Indigo menghubungkan Singapura, Perth, Sydney dengan tambahan dua pasang serat optik yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui unit penyambungan (branching unit).

Kapal kabel laut ASN bernama The Ile de Brehat akan melanjutkan penggelaran kabel kabel Indigo Central dengan panjang 4.600 km dari Perth ke Sydney. Disebutkan, pembangunan proyek ini berjalan sesuai waktu yang dijadwalkan dan ditargetkan dalam menyediakan layanan pada pertengahan 2019 nantinya.

Joy Wahjudi dalam kapasitasnya sebagai CEO Indosat menuturkan pencapaian konsorsium yang diikutinya akan memberikan Indonesia konektivitas lebih luas ke Australia dan pasar Asia Tenggara yang tengah berkembang pesat.



"Kami menantikan pendaratan kabel laut INDIGO untuk Indosat Ooredoo di Jakarta, dengan target untuk kedua segmen pelanggan kami, bisnis dan retail, agar dapat menikmati akses global, guna meningkatkan performansi bisnis mereka dan juga meningkatkan kualitas hidup mereka melalui konektivitas data dan akses internet berkelas dunia," kata Joy.

Sistem kabel bawah laut Indigo yang membentang sepanjang 9.200 km diklaim menghadirkan latency lebih rendah dan meningkatkan keandalan. Proyek ini akan menggunakan teknologi terbaru spektrum bersama sehingga masing-masing anggota konsorsium akan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi ini secara mandiri untuk melakukan upgrade di masa mendatang dan meningkatkan kapasitas sesuai kebutuhan.

Tonton 'Dirut Indosat, Joy Wahjudi Mengundurkan Diri' di sini: (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed