Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Menyusul Akses Wi-Fi
Garuda akan Jajaki Berponsel di Udara
Menyusul Akses Wi-Fi

Garuda akan Jajaki Berponsel di Udara


- detikInet

Jakarta - PT Garuda Indonesia yang baru-baru ini mengumumkan pihaknya tengah menjalin kerjasama teknologi informasi (TI) dengan Lufthansa akan memungkinkan pengguna jasa penerbangannya untuk menikmati layanan internet via Wi-Fi. Bagaimana dengan layanan berponsel di udara?"Kemungkinan pengadaan layanan berponsel di udara mungkin saja hadir di Garuda. Mengingat Garuda yang senantiasa bertujuan untuk meningkatkan pelayanan. Terutama, untuk penumpang kelas menengah ke atas yang menjadi segmen pasar Garuda selama ini," tutur Ari Sapari, Direktur Operasional PT Garuda Indonesia ketika dihubungi detikinet Selasa (9/8/2005).Layanan berponsel di udara menjadi pertanyaan menyusul kerjasama Garuda dengan Lufthansa dalam hal pengadaan akses internet nirkabel Wi-Fi. Tentunya di samping kerjasama dalam teknologi informasi lain seperti e-ticketing dan RFID atau sistim biometrik yang menggunakan frekuensi radio untuk identifikasi kargo barang.Ari pun melanjutkan, "Jika Federal Aviation Administration (FAA) atau Joint Aviation Authority (JAA) sudah mengiyakan kemungkinan penggunaan ponsel di udara, maka kami pun tentunya akan menjajaki kemungkinan itu dengan membangun infrastruktur yang sedianya akan mendukung."Sementara itu, Sunarko Kuntjoro Executive Vice President Engineering, Maintenance, dan Information System PT Garuda Indonesia mengatakan, ditilik dari segi teknologi sebenarnya tidak ada masalah untuk berponsel di udara. Yang menjadi pertimbangan adalah peraturan yang ditetapkan FAA akan larangan berponsel kala pesawat sedang mengudara. Mengingat hal ini akan menganggu sistim komunikasi awak pesawat dengan yang ada di darat."Saat ini yang menjadi prioritas kami adalah e-ticketing, selama kira-kira satu tahun ke depan. Karena reservasi itu kan jantungnya airline. Itu artinya pelayanan harus diutamakan apalagi kita bisa dibilang ketinggalan," tandas Sunarko lagi."Selanjutnya biometrik itu prioritas ke-2 lah. Wi-Fi nomor tiga. Teknologi keduanya sudah hadir, tapi belum diimplementasikan. Dan lagi kalau untuk penggunaan akses internet Wi-Fi kita mesti liat lagi, apakah pengguna jasa penerbangan kita sudah mengarah kesana?" demikian ia mengakhiri.Untuk diketahui saja, kerjasama dengan PT Lufthansa System Indonesia ini sudah mulai beroperasi sejak awal Juni, dengan kepemilikan saham 51 persen PT Garuda Indonesia dan 49 persen sisanya dipegang Lufthansa. (ien/)







Hide Ads