Batal Meluncur Juni
Satelit Telkom 2 Sedang 'Dirawat'
- detikInet
Jakarta -
PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) kembali menunda peluncuran satelit Telkom 2, yang sebelumnya direncanakan Juni 2005. Ketika diuji coba, ada bagian satelit yang mengalami kerusakan, sehingga harus 'dirawat' di Amerika Serikat."Saat lounch integration test, ada kerusakan pada perangkat yang menyebabkan suplay distribution tidak berfungsi," kata Mundar Wiyarso, Head of Corporate Communication PT Telkom, saat dihubungi detikinet, Kamis (07/07/2005)."Saat ini, satelit sudah dibawa dari Kourou (Karibia-red) ke Dulles, Amerika Serikat untuk diperbaiki," papar Mundar.Ketika ditanya kapan satelit tersebut bisa diluncurkan, Mundar berkata bahwa pihaknya tidak berani memastikan karena harus menunggu konfirmasi dari Orbit, perusahaan pembuat satelit yang saat ini sedang memperbaiki Telkom 2. "Kami perkirakan Agustus sudah bisa, tapi untuk kepastiannya tetap harus menunggu konfirmasi dari sana," paparnya. Telkom 2 yang memiliki masa edar selama 15 tahun di orbit, akan menggantikan satelit Palapa B4. Satelit Palapa B4 sebenarnya usia pelayanannya sudah berakhir pada tahun 2001 setelah sembilan tahun mengorbit di luar angkasa. Peluncuran satelit pengganti ini sempat mengalami penundaan sampai tiga kali. Sebelumnya penundaan disebabkan karena harus menunggu kesiapan satelit Syracuse 3A milik departemen pertahanan Prancis, yang akan diluncurkan bersamaan dengan satelit Telkom-2 dengan roket Arianespace. Satelit Telkom-2 dibuat dengan biaya US$63 juta (Rp 617 miliar), sedangkan biaya peluncuran dengan menggunakan jasa Arianespace sebesar US$60 juta (Rp 587 miliar). Telkom memilih roket Ariane 5, yang mempunyai kapasitas tampung untuk dua satelit, yang pada Juni 2005 diharapkan sudah bisa membawa satelit komunikasi Telkom-2 dan satelit Syracuse 3A. Foto: Roket Ariane 5. Sumber: ESA/CNES/Arianespace/Photo Service Optique-CSG
(wicak/)