Minggu, 18 Mar 2018 20:08 WIB

Nyepi Tanpa Internet Berlalu, Kominfo: Ini Istimewa

Agus Tri Haryanto - detikInet
Pecalang berjaga di jalanan saat Nyepi. Foto: Dok. Reuters/Johannes P. Christo Pecalang berjaga di jalanan saat Nyepi. Foto: Dok. Reuters/Johannes P. Christo
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet
Jakarta - Nyepi tanpa internet telah berlangsung, kemarin. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah di mana pertama kalinya layanan internet dipadamkan untuk menjalani ibadah.

Pada Sabtu (17/3) mulai jam 06.00 WITA sampai dengan Minggu (18/3) jam 06.00 WITA, umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi secara khidmat. Tak ada siaran TV, radio, hingga akses internet pun terhenti.

Masyarakat, khususnya di Bali, mulai terbebas dari smartphone selama 24 jam. Ketika itu pula, Bali menjadi sunyi seketika

"Sungguh luar biasa, mungkin inilah peristiwa pertama di dunia, di mana jutaan manusia terlepas dari media sosial dan akses internet yang dilakukan secara sadar dan sengaja," ujar Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli kepada detikINET, Minggu (18/3/2018).

"Sangat jarang terjadi, momen istimewa seperti ini di zaman di mana setiap orang sangat sulit melepaskan diri dari smartphone dan akses internet," kata Ramli menambahkan.

Dikatakan Ramli juga, Nyepi kali ini berlangsung tanpa akses internet bagi masyarakat Bali adalah sebagai momen penting untuk memulai media sosial tanpa hoax, lebih bijak berinternet, dan menghindari konten negatif.


Dukungan pemerintah dan operator seluler mengabulkan usulan pemadaman internet saat Nyepi sebagai bentuk menghormati seruan Majelis-majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali.

Ramli mengatakan hal ini menunjukkan bahwa industri telekomunikasi dan penyiaran memiliki sikap arif dan penghormatan tinggi terhadap keberagaman, toleransi, dan kerukunan umat beragama.

"Sikap Menteri Kominfo Rudiantara yang menghormati Seruan para Pemuka Agama ini dituangkan dalam Surat Edaran Kemkominfo. Di lapangan operator juga langsung merespon imbauan Pemerintah untuk mematikan internet selama 24 jam," ungkap Ramli.

Untuk itu, diucapkan Ramli, pemerintah mengucapkan mengapresiasi kepada seluruh operator seluler, begitu juga seluruh lembaga penyiaran publik dan swasta beserta asosiasinya yang telah melakukan off air pada Nyepi kemarin.

"Terimakasih juga disampaikan kepada seluruh penduduk Bali yang dengan latar belakang agama apapun mendukung dan memahami 24 Jam tanpa internet ini," kata Dirjen PPI ini.


Kominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memonitor secara intens pelaksanaan Nyepi tanpa internet ini dan meminta operator melaporkan secara terus-menerus.

Dari monitoring tersebut, para operator telekomunikasi telah melakukan langkah optimal dan akses internet bisa di-off-kan kecuali terkait obyek obyek vital dan kepentingan umum, seperti rumah sakit, kantor polisi, pemadam kebakaran dan lain-lain. (agt/asj)
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed