BERITA TERBARU
Jumat, 09 Mar 2018 18:00 WIB

XL Alokasikan Rp 4,2 Triliun Bangun Jaringan di Luar Jawa

Agus Tri Haryanto - detikInet
BTS XL (Foto: XL Axiata) BTS XL (Foto: XL Axiata)
Jakarta - XL Axiata (XL) telah memantapkan diri untuk menyediakan layanan internet cepat, yang tak hanya tersedia di Pulau Jawa, namun dapat dirasakan pelanggan yang ada di daerah pelosok Indonesia.

Ini tak terlepas dari fokus XL terkait pembangunan jaringan telekomunikasi pada tahun 2018. Rencana ini terangkum dalam Agenda Transformasi, yaitu Stronger Data Network, Segmented Focus, dan Preffered Data Provider.

Disebutkan operator seluler yang identik warna biru ini, mereka siap lebih mengembangkan layanan telekomunikasi di Tanah Air pada 2018.

Keseriusan ini dilihat dari besarnya alokasi belanja modal (Capital Expenditur/Capex) XL di 2018 sebesar Rp 7 triliun, 60% atau Rp 4,3 triliun di antaranya akan digunakan untuk membangun jaringan di luar Pulau Jawa.

"60% dari belanja modal tahun ini, yaitu Rp 7 triliun itu akan digunakan untuk membangun di luar Pulau Jawa," ujar Direktur Independen XL Yessie D. Yosetya di Grha XL, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Pada kesempatan yang sama, President Direktur XL Dian Siswarini mengatakan investasi untuk luar Pulau Jawa ini, tak lepas dari pertumbuhan pendapatan layanan data perusahaan yang mengalami kenaikan signifikan.

Pada 2016, XL hanya membangun 84 ribu unit Base Transceiver Station (BTS). Di tahun berikutnya, perusahaan yang tergabung dalam Axiata Group ini meningkatkan jumlah BTS-nya hingga 101 ribu unit dan tersebar di seluruh Indonesia.

Hasilnya, penetrasi smartphone di jaringan XL meningkat 72% pada 2017. Lalu, peningkatan trafik data karena layanan 4G diklaim menjadi yang tertinggi di industri hingga berdampak pada laba bersih yang meningkat 100% dibandingkan tahun 2016.

"Bahwa untuk ekspansi layanan data, kita melihat kepada ekspansi di luar Jawa," ucap Dian.

Pada 2017, XL mencatat laba tahunan berjalan yang mencapai Rp 375,24 miliar. Dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang baru digelar, disetujui penggunaan Rp 100 juta dari laba untuk cadangan umum, sedangkan sisanya, yaitu sebesar Rp 375,14 miliar sebagai saldo laba ditahan. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed