Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gempa di Nias
1.809 SST Telkom Terganggu
Gempa di Nias

1.809 SST Telkom Terganggu


- detikInet

Jakarta - Fasilitas telekomunikasi (fastel) milik Telkom di beberapa kawasan di Nias dan sekitarnya, mengalami kerusakan. Telkom kembali dirikan posko dan layanan telepon gratis.Suryatin Setiawan, Direktur Jasa PT. Telekom,menyampaikan kondisi terbaru pasca gempa melanda Nias Senin (28/3/2005) malam. Ribuan satuan sambungan telepon (SST) Telkom dilaporkan mengalami gangguan. Ini meliputi 401 SST di Teluk Dalam, 872 SST di Semeulue dan 536 SST di Singkil. Selain itu, infrastruktur seperti gedung dan tiang telepon beberapa diantaranya rusak. Dan sambungan telekomunikasi terganggu karena catuan PLN mati.Di ibu kota Nias, Gunung Sitoli, tiang telepon dilaporkan roboh dan gedung Telkom retak. Namun begitu, sentra telepon otomat (STO) yang melayani 2.479 SST dalam kondisi baik, demikian halnya dengan 2 BTS Flexi yang ada di sana. Enam karyawan Telkom beserta keluarganya juga selamat. "Sejak tadi malam, di kawasan ini kami menyediakan layanan telepon secara gratis bagi masyarakat, baik untuk telepon lokal, SLJJ maupun seluler," kata Suryatin. "Kami juga menyediakan nomor bebas pulsa untuk pengungsi yaitu 0639-7000002 dan 0639-7000003," imbuhnya.Masih di Nias, tepatnya di daerah Teluk Dalam, Suryatin memaparkan bahwa satu STO yang melayani 401 SST terganggu, satu BTS Flexi tidak berfungsi, jembatan putus dan PLN mati. Catu listrik sementara dilayani dengan genset. Telkom belum menerima kabar mengenai karyawan yang ada di Teluk Dalam. "Diduga mereka sibuk menyelamatkan diri masing-masing," kata Suryatin.Di pinggir pantai barat dekat Nias, yaitu Sibolga, baik fastel dan karyawan Telkom dilaporkan aman. Hanya saja catuan PLN mati dan di Tarutung gedung Telkom agak retak, terutama di ruang diesel. Di kawasan ini, ada ribuan SST yang tersebar di Sibolga (6608 SST), Porsea (1104 SST), Tarutung (3276 SST), semuanya dalam kondisi aman.Di Simeulue, 872 SST dinyatakan terganggu, dan sedang dalam proses perbaikan. Di kawasan ini, komunikasi dilangsungkan dengan telepon Flexi. Tiga karyawan telah menyampaikan kabar bahwa mereka selamat.536 SST di Singkil dinyatakan tidak berfungsi, karena STO terendam air akibat gedung amblas, halaman lebih tinggi daripada lantai gedung.Kawasan Tapak Tuan masih belum bisa diakses, jalan menuju Bakongan putus total karena ada longsor di kawasan yang menghubungkan Bakongan-Kota Fajar. Sementara di Blang Pidie dan Lamno dilaporkan aman.Fastel di Sumatera Barat yang meliputi Kepulauan Mentawai dan Ridar juga dinyatakan aman, meski catuan PLN di beberapa lokasi mati. Demikian halnya di seluruh Kandatel Medan, fastel Telkom aman, hanya saja listrik masih mati."Telkom kembali mengoperasikan posko, setiap 2 jam kordinasi dilakukan untuk mengambil langkah recovery, terutama untuk tiga kawasan yang putus hubungan seperti di Teluk Dalam, Singkil dan Tapak Tuan," papar Suryatin. (ien/)







Hide Ads