Selasa, 24 Okt 2017 18:23 WIB

Lulusan Perguruan Tinggi Butuh Lebih dari Sekadar Ijazah

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Suasana acara. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan Suasana acara. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan
Jakarta - Di era digital saat ini, tantangan dalam dunia kerja semakin berat. Butuh lebih dari sekadar ijazah bagi lulusan perguruan tinggi jika mau sukses. Ini yang membuat kompetensi dan keahlian menjadi hal yang sangat penting dimiliki bagi lulusan perguruan tinggi.

Pendapat ini disampaikan oleh General Manager Youth and Community Jabodetabek Jabar Telkonsel Ricky E. Pangabean dalam membuka kegiatan IndonesiaNEXT 2017 regional Jakarta. Menurutnya, kini setiap lulusan perguruan tinggi membutuhkan lebih dari sekadar ijazah.

"Mungkin dulu sertifikat keahlian tak diperlukan, cukup dengan ijazah. Tapi di masa mendatang sertifikasi sangat diperlukan. Persaingan kita hadapi bukan hanya dari orang-orang yang ada di Indonesia, tapi sudah semakin global," ujar Ricky di Hotel Bumiwiyata, Depok, Selasa (24/10/2017).

Penjelasan Ricky ini diucapkan di depan ratusan mahasiswa yang menjadi peserta program IndonesiaNEXT yang diinisiasi Telkomsel. Sekadar informasi, IndonesiaNEXT merupakan program CSR Telkomsel yang dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan keahlian mahasiswa menghadapi persaingan global yang kini sudah sangat kompetitif. Caranya dengan memberikan sertifikasi keahilian.
Ijazah Saja Tak Cukup Jadi Bekal Lulusan Perguruan Tinggi Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan

Menurur Tubagus Husniyullah selaku GM CSR Telkomsel, IndonesiaNEXT diadakan sejalan dengan program dari kementerian pendidikan tinggi yang mewajibkan seluruh mahasiswa punya sertifikasi keahlian pendamping ijazah. Karena seperti yang disinggung Ricky tadi, punya ijazah saja tak cukup.

"Program IndonesiaNEXT ini dirancang berdasarkan evaluasi kami terhadap program, khususnya untuk pendudikan formal di negara ini. Ini juga sebagai jawaban atas concern pemerintah terhadap kualitas bangsa Indonesia," ucap Tubagus di kesempatan yang sama.

Ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan IndonesiaNEXT. Total ada enam kota yang menjadi kota partisipan program ini, yaitu Medan, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Bandung.

Jakarta, termasuk Jabodetabek, menjadi kota kedua tempat pemberhentian IndonesiaNEXT. Telkomsel mencatat ada 1.400 mahasiswa dari Jabodetabek yang mendaftar, tapi kemudian disaring menjadi 650 peserta yang bisa mengikuti kegiatan.

Sebagai permulaan, Telkomsel menggelar seminar di Hotel Bumiwiyata Depok. Di sini, peserta mendapat wejangan dari pembicara seperti Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia), Hiro Wardhana (CEO Code Inc), dan Sakti Makki (Co-Founder Makki Makki). (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed