Telkom mengaku telah membuat berbagai skenario mitigasi infrastrukur dan layanan telekomunikasi di lokasi-lokasi sekitar Gunung Agung dengan asumsi dampak bencana dengan radius 12km, 25km, 50km, hingga 100km. Selain itu mereka berupaya melakukan pengamanan alat-alat produksi dan menyiapkan sumber daya manusia maupun bantuan tanggap darurat untuk warga.
Untuk kondisi saat ini sendiri, layanan TelkomGroup secara umum berfungsi normal, baik telepon, internet, maupun selular. Selain itu, infrastruktur telekomunikasi pun dalam kondisi baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada radius 12km, Telkom menempatkan 4 STO, masing-masing STO Bangli, Amlapura, Candidasa dan Kintamani serta 36 sites Base Transceiver Station (BTS). Selain itu, terdapat 4 Optical Line Termination (OLT), yakni di Tulamben, Sidemen, Bukit Tengah dan Bukit Penulisan.
"Untuk menjamin tetap terselenggaranya layanan, pemantauan dan pengamanan infrastruktur telekomunikasi adalah prioritas utama kami. Hal ini sebagai langkah guna menjaga layanan utama agar tetap berfungsi normal, khususnya untuk kebutuuhan komunikasi dan koordinasi penanggulangan bencana," ujar Zulhelfi.
Lebih lanjut Zulhelfi menginformasikan TelkomGroup juga menyiapkan mobile BTS Telkomsel, Access Point Wifi.id, Indihome Fiber dan juga telepon kabel di lokasi posko untuk mendukung penanggulangan bencana.
Saat ini terdapat 10 titik layanan Mobile GraPARI (MOGI) dan booth pelayanan Telkomsel (TO) serta Motor Recharge (MORE) yang siap siaga menyediakan layanan telepon gratis bagi pengungsi serta memberikan layanan isi pulsa dan layanan selular lainnya.
Kesepuluh titik layanan tersebut terdapat di Posko Ulakan, Posko Banjar Jelantik Klungkung, Posko Banjar Sengguan Klungkung, Lapangan Sutasoma, Posko Nyuhtebel, Posko Pasar Manggis, Posko Pesedahan, Posko GOR Swecha Pura, Posko Nyuhtebel Singaraja, dan Posko Tabanan.
Telkom juga telah membentuk 'Posko Siaga TelkomGroup Bencana Erupsi Gunung Agung' di lokasi kantor Telkom Klungkung untuk menjaga layanan telekomunikasi baik itu fixed broadband maupun seluler.
"Semua itu agar masyarakat dapat melakukan komunikasi dengan cepat, mudah, dan nyaman," pungkas Zulhelfi. (afr/afr)