Selasa, 29 Agu 2017 20:22 WIB

Jual Elevenia, XL Masih Belum Menyerah di Bisnis Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Elevenia saat menunjuk Raisa sebagai brand ambassador. Foto: detikINET/Rachmatunnisa Elevenia saat menunjuk Raisa sebagai brand ambassador. Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Jakarta - Meski telah melepas semua saham kepemilikan di Elevenia, perusahaan joint venture antara XL dan SK Planet. Sejatinya, XL belum sepenuhnya menyerah di bisnis digital.

XL masih mempertahankan bisnis digital seperti digital entertainment (Tribe), digital advertising (M-Ads), dan digital money (XL Tunai). Sementara itu, Elevenia harus dilepas karena dinilai sudah terlalu bakar uang.

"Sekarang yang masih dimiliki itu digital entertainment, digital advertising, dan digital money. Sekarang masih berjalan tiga hal itu tapi nanti akan bekerja lebih banyak dengan group Axiata, jadi di group investasi bisa diintegrasikan investasi dengan yang lain," ujar Dian di usai peluncuran program Gerakan Donasi Kuota di Grha XL, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Dengan dilepasnya Elevenia ke PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd, XL bisa lebih fokus mengembangkan core business-nya, yaitu sebagai perusahaan telekomunikasi. Begitu juga hasil dari pelepasan saham tersebut akan dialokasikan ke core business XL.

"Duitnya akan dipakai buat infrastruktur seperti LTE hingga buat program ini (Gerakan Donasi Kuota) yang lebih banyak lagi. Sekarang kita fokus di core business atau digital bisnis yang sinerginya dekat dengan core, misalnya entertainment kan lumayan deket karena berkaitan dengan konten," tutur Dian.

Pelepasan Elevenia sendiri telah dipikirkan secara cermat sedari tahun lalu, tepatnya sejak pemain e-commerce global menginvasi pasar Indonesia melalui pembelian perusahaan yang sudah ada di Indonesia ataupun lewat penanaman modal.

Hal itu yang mendasari XL untuk melepas Elevenia ketimbang harus melanjutkan 'bakar duit'. Dengan demikian, dana yang sebelumnya untuk membesar Elevenia dialihkan ke core business.

"Kalau terus di situ akan butuh dana besar, sedangkan XL juga perusahaan telco yang butuh dana besar juga. Kita nggak bisa menjalankan dua hal, keputusannya dana itu difokuskian ke bisnis telco supaya kuat lagi," sebutnya. (fyk/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed