Rabu, 17 Mei 2017 17:50 WIB

Ramai-ramai Luncurkan Satelit

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Jakarta - Indosat Ooredoo telah menyiapkan Palapa-D dengan satelit pengganti bernama Palapa-N1. Meski satelit tersebut berjenis High Throughput Satellite (HTS), tapi itu bukanlah yang pertama dimiliki Indonesia.

Sebab satelit jenis serupa akan diluncurkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) tahun depan, sehingga itu dinobatkan satelit HTS pertama yang dipunyai oleh Indonesia. PSN-6 merupakan satelit HTS yang dimaksud.

CEO PT PSN Adi Rahman Adiwoso, menuturkan satelit tersebut tengah dirampungkan produksinya oleh perusahaan wahana antariksa asal Amerika Serikat, Space System/Loral (SSL).

"Prosesnya sekarang sedang dibangun sama SSL. Satelitnya mungkin selesai pertengahan tahun depan dan diluncurkan akhir tahunnya," ujar Adi saat ditemui detikINET di sela-sela kesepakatan kerjasama pembelian Satelit Palapa-N1 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Satelit yang menghabiskan investasi sebesar USD 237 juta itu rencananya akan diluncurkan di markas SpaceX, tepatnya di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Dengan bobot 2,5 ton, satelit itu akan mengangkut hingga 56 transponder.

Bila sukses meluncur, maka PSN-6 akan mengisi slot orbit 146 derajat Bujur Timur. Satelit tersebut akan dimanfaatkan sebagai media jaringan suara dan data, internet pita lebar, serta distribusi siaran di seluruh kepulauan di Indonesia.

Di tahun yang sama, Telkom juga menjadwalkan peluncuran Telkom-4 pada tahun 2018 mendatang. Pengganti dari Satelit Telkom-1 ini nantinya akan menggunakan teknologi broadband satelit yang bisa memancarkan akses internet 100 Gbps dari angkasa.

SSL juga telah ditunjuk oleh Telkom sebagai penyedia satelit Telkom-4 yang akan digunakan untuk layanan fixed satellite di Indonesia, India, dan Asia Tenggara.

Sementara itu, Palapa-N1 yang dioperasikan oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), perusahaan joint venture antara Indosat Ooredoo dan PSN ini baru diluncurkan pada tahun 2020. Dan itu diklaim jadi satelit HTS kedua yang dimiliki Indonesia.

Gairah berbisnis satelit HTS juga dijalankan oleh Universal Satelit Indonesia (Unisat). Dengan memanfaatkan slot orbit 103 derajat Bujur Timur (BT) milik oleh Intersputnik, satelit Unisat akan mengangkut sekitar 38 transponder akan berada di atas wilayah Padang dan Jambi. Satelit Unisat direncanakan tahun 2020.

Berbanding lurus dengan sektor swasta, pemerintah juga tak kalah telah menyiapkan peluncuran satelit HTS. Disampaikan, satelit pemerintah itu lepas landas pada tahun 2021.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, mengungkapkan bahwa penggarapan satelit HTS punya pemerintah akan ditender. Proses tender itu dilakukan pada semester kedua tahun ini.

"Kami struktur satelit HTS pemerintah ini seperti proyek Palapa Ring, yaitu menggunakan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Tender pertengahan tahun ini, dimulai (pembuatannya) pertengahan 2018, sehingga bisa meluncur di 2021," pungkas menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut. (rou/rou)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Mau Bikin Konten Viral? Ini Tipsnya

    Sabtu, 19 Agu 2017 14:39 WIB
    Di era media sosial seperti saat ini, apapun bisa menjadi viral. Tapi bagaimana caranya agar konten yang kita buat sendiri bisa viral?