Mengangkat Derajat Desa di Papua dengan Internet

Mengangkat Derajat Desa di Papua dengan Internet

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 28 Sep 2016 09:24 WIB
Foto: detikINET/Fino Yurio Kristo
Papua - Tak dapat dipungkiri, masih banyak pedesaan di Indonesia yang tertinggal. Padahal, ada bermacam potensi yang dapat digali. Maka, teknologi informasi yang diharapkan jadi solusinya.

"Akan terbangun yang namanya sinergi antar desa berbasis teknologi informasi. Terciptalah jembatan internet desa, terjadi perniagaan, penjualan produk-produk," demikian impian Budiman Sudjatmiko, anggota DPR RI Komisi II di Papua.

Budiman adalah ketua panitia Festival Desa Teknologi dan Informasi atau Destika yang berlangsung di Jayapura, Papua. Tujuan acara tersebut adalah agar makin banyak masyarakat pedesaan makin melek teknologi khususnya internet yang punya banyak manfaat. Selain menjual barang, juga untuk beragam edukasi.

"Kita ingin meminimalisir rantai distribusi, antar desa juga bisa saling mengenal. Diharapkan terjadi proses belajar dengan TI. Ada kerja sama juga dengan kampus dan lembaga pendidikan lain," papar Budiman.

Berbagai teknologi untuk masyarakat desa akan dikenalkan di ajang Destika kali ini. Misalnya platform video streaming yang akan menampilkan banyak chanel edukasi dan hiburan untuk warga pedesaan.

"Dengan kampus dan lembaga pendidikan lain, akan dibuat e-learning. Kita juga kerja sama dengan IDI, mereka tidak harus ke desa. Cukup buat chanel untuk mengajari cara menanggulangi atau mencegah penyakit," papar Budiman.

Featival Destika sendiri sudah berlangsung tiga kali berturut-turut. Untuk event kali ini, Budiman ingin meningkatkan awareness mengenai pemanfaatan TI untuk masyarakat desa.

"Kita ingin awareness bagi masyarakat luas karena kita sadar banyak temuan bagus tapi belum tersebar. Komunitasnya diperluas, multisektor dan lebih luas jangkauannya," sebutnya.

Biaya untuk penerapan TI sendiri berasal dari anggaran desa yang dikucurkan tiap tahun dari dana desa. Budiman pun berharap nantinya akan terjadi sinergi berkelanjutan di sektor TIK pada level desa, antar desa dan juga desa kota.

Dalam Festival Destika kali ini, diselenggarakan beragam workshop dan seminar. Misalnya dengan topik mengembangkan teknologi pemetaan digital dengan drone, membuat mekanisme pembelajaran digital (e-learning), hingga sistem administrasi pemerintah berbasis teknologi (e-governance).

Budiman meyakini program desa melek teknologi ini akan berhasil dan berkelanjutan. Pengawasannya sendiri melibatkan cukup banyak relawan TI yang siap membimbing warga desa.

Kepala Seksi Penerapan Teknologi dan Infrastruktur Dirjen Aptika Kemenkominfo, Aris Kurniawan mengatakan ada sekitar 18 ribu relawan TIK dan Agen Perubahan Teknologi tersebar di seluruh Indonesia. Mereka bekerja secara sukarela.

Ia menambahkan berbagai pemda telah berkomitmen meningkatkan adopsi tekbologi di daerahnya. Sehingga diharapkan di masa depan, semakin banyak desa melek teknologi dan terangkat derajatnya. (fyk/ash)