Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
CEO XL Buka-bukaan Soal Isu PHK

CEO XL Buka-bukaan Soal Isu PHK


Ardhi Suryadhi - detikInet

Foto: detikcom/Ardhi Suryadhi
Belitung - Awal tahun 2016, XL Axiata diterpa adanya efisiensi karyawan dalam jumlah yang tak bisa dibilang sedikit. Ada gelombang PHK di tubuh XL?

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siwarini tak menampik soal adanya pengurangan karyawan di perusahaan yang dipimpinnya tersebut. "Kemarin (awal tahun 2016-red.) ada sekitar 100 karyawan (yang sukarela mundur)," ungkap Dian di sela media gathering XL Axiata di Belitung, Kamis (18/2/2016).

Namun yang perlu ditegaskan Dian adalah, mundurnya sejumlah awak XL tersebut bukan lantaran tengah terjadinya krisis di perusahaan. Melainkan sebagai bagian dari proses transformasi SDM yang sedang mereka galakkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi transformasi yang kita lakukan pada tahun 2015 itu tak cuma dari segi business model, people juga ikut transformasi. Banyak yang tanya ke saya, 'apakah ada PHK di XL?'. Kondisinya tak seperti itu. Tapi ini lebih kepada transformasi organisasi, karena tidak semua orang cocok untuk dibawa ke gerbong transformasi saya, sehingga pada prosesnya banyak terjadi refreshment," papar Dian.

Pada proses refreshment inilah terjadi yang namanya 'hukum alam' β€” siapa yang kuat, dia akan bertahan. Manajemen XL kemudian mengidentifikasi SDM-nya yang punya kapabilitas sesuai kebutuhan transformasi.

Hasilnya, banyak karyawan XL yang bisa menyesuaikan diri dengan transformasi yang baru, tapi tak sedikit juga yang tidak bisa berubah sehingga gugur dalam hukum alam.

"Dalam proses refreshment tersebut, kami harus melepas beberapa orang, tapi bukan karena kondisi perusahaan (yang tidak bagus), tapi kita juga merekrut talenta-talenta baru yang memang dibutuhkan untuk transformasi," lanjut Dian.

Proses transformasi SDM ini sendiri memang dimulai sejak April 2015 atau saat Dian ditunjuk sebagai Presdir XL Axiata. Saat pertama kali memegang kendali, Dian langsung melakukan mapping tantangan ke depan dan kapabilitas yang dimiliki karyawan XL.

"Kita lihat gap mereka, kalau gap kecil, development bisa membantu, kalau gap besar artinya effort kita terlalu banyak atau bahkan tak bisa diubah. Jadi prosesnya kita ada assessment, kita menentukan kebutuhan, kita lihat snapshot posisi di mana, kita lihat gapnya, lalu ada development plan," jelasnya.

Program ini dipastikan masih terus berlanjut di tahun 2016. Namun yang ditegaskan Dian adalah, ini bukanlan proses PHK, karena di sisi lain perusahaan dengan 2.000 pegawai tersebut tetap merekrut talenta-talenta baru untuk mengisi posisi yang kosong sesuai misi yang dibidik.

"Nanti masih akan ada yang dilepas, program masih berjalan. Ini kan bukan PHK, karena kita juga tetep merekrut talenta baru, generasi XL awal ada yang mampu menyerap teknologi baru, jadi bukan berarti yang sudah tua gak bisa ikut transformasi, gak berarti gitu. Dan ini bakal terus menerus, karena kapabilitas baru akan terus berubah,"

Tak tanggung-tanggung memang, mereka yang terpaksa mundur teratur bisa selevel General Manager dan Vice President. Meski demikian, Dian memastikan bahwa proses pengurangan pegawai tersebut berjalan aman dan damai.

"Alhamdulillah, prosesnya aman damai karena karyawan yang bersangkutan sudah mengerti kenapa harus terjadi program ini. Jadi ada yang bilang 'sepertinya saya gak cocok dengan karakter ini'. Jika ada yang seperti itu, menurut saya lebih baik," pungkasnya.

(ash/rou)
TAGS







Hide Ads