Menurut Sukaca Purwokardjono, Head Division Device Planning & Management Smartfren, meski program OMH tengah digeber, ponsel Andromax tetap akan berjalan. Pasalnya antara OMH dan Andromax punya target berbeda.
Sukaca menjelaskan, OMH lebih mengincar pengguna yang sudah loyal dengan brand tertentu. Pengguna semacam ini biasanya tidak terlalu concern pada harga dan spesifikasi, asalkan bisa memiliki brand yang diinginkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun terlepas dari itu, strategi OMH sejatinya juga merupakan cara Smartfren untuk memicu peningkatan pelanggan 4G. Karena sekarang ini hanya dengan mengandalkan brand sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. βMakanya kita jalan bareng (OMH dan Andromax),β imbuh Sukaca.
Alasan Smartfren yang dulunya menggeber Andromax sebenarnya juga terkait ketersediaan handset EVDO yang sangat rendah di Indonesia ketika itu. Dimana porsinya hanya sekitar 2% handset EVDO yang beredar di pasaran.
βBeda dengan sekarang, sudah banyak perangkat 4G yang ada di pasaran. Sehingga OMH dimungkinkan,β tandasnya.
(yud/ash)