Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Smartfren Geber Open Market Handset, Apa Kabar Andromax?

Smartfren Geber Open Market Handset, Apa Kabar Andromax?


Yudhianto - detikInet

(paling kanan): Sukaca Purwokardjono, Head Division Device Planning & Management Smartfren. (yud/detikINET)
Jakarta - Program Open Market Handset (OMH) yang dijalankan Smartfren telah merangkul tiga vendor global. Artinya pelanggan Smartfren tak perlu lagi terpaku pada ponsel Andromax. Lantas bagaimana nasib ponsel yang dulunya jadi andalan Smartfren itu?

Menurut Sukaca Purwokardjono, Head Division Device Planning & Management Smartfren, meski program OMH tengah digeber, ponsel Andromax tetap akan berjalan. Pasalnya antara OMH dan Andromax punya target berbeda.

Sukaca menjelaskan, OMH lebih mengincar pengguna yang sudah loyal dengan brand tertentu. Pengguna semacam ini biasanya tidak terlalu concern pada harga dan spesifikasi, asalkan bisa memiliki brand yang diinginkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œBerbeda dengan Andromax, dimana pengguna yang diincar lebih menyasar segmen menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga, juga spesifikasi,” ujar Sukaca, di sela-sela peluncuran bundling Lenovo A6010 – Smartfren 4G, di Menteng, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Namun terlepas dari itu, strategi OMH sejatinya juga merupakan cara Smartfren untuk memicu peningkatan pelanggan 4G. Karena sekarang ini hanya dengan mengandalkan brand sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. β€œMakanya kita jalan bareng (OMH dan Andromax),” imbuh Sukaca.

Alasan Smartfren yang dulunya menggeber Andromax sebenarnya juga terkait ketersediaan handset EVDO yang sangat rendah di Indonesia ketika itu. Dimana porsinya hanya sekitar 2% handset EVDO yang beredar di pasaran.

β€œBeda dengan sekarang, sudah banyak perangkat 4G yang ada di pasaran. Sehingga OMH dimungkinkan,” tandasnya.

(yud/ash)





Hide Ads