Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Target 3 Tahun Indosat Ooredoo: Operator Digital No.1

Target 3 Tahun Indosat Ooredoo: Operator Digital No.1


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Suasana acara (rou/inet)
Jakarta - β€ŽSetelah mengganti identitas perusahaan dengan nama baru Indosat Ooredoo, operator seluler yang 65% kepemilikan sahamnya dikuasai oleh raksasa telekomunikasi asal Qatar itu langsung membidik target jadi operator nomor satu.

"Dalam tiga tahun kami akan jadi operator digital nomor satu. β€ŽKami ingin menjadi nomor satu pendapatan digital, nomor satu merek digital, dan nomor satu pilihan digitalβ€Ž bagi pelanggan," kata Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo dalam acara peluncuran identitas barunya di Kantor Pusat PT Indosat, Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Target menjadi operator digital nomor satu, kebetulan kata Alex, bertepatan dengan tuntasnya refarming 4G di 1.800 MHz. Namun menurutnya, 4G bukan satu-satunya teknologi yang diandalkan untuk jadi nomor satu dalam monetisasi layanan digital.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan tetap membangun 2G, 3G, dan 4G secara bersamaan. 4G cuma salah satu akses saja. Semuanya akan kami genjot untuk layanan digital," lanjut orang nomor satu Indosat Ooredoo tersebut.

Alex sendiri mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir pertumbuhan data di perusahaan yang dipimpinnya itu melesat dengan pesat. Tumbuh 155% dari kuartal ketiga 2014 ke kuartal ketiga 2015.

"Data tumbuh 155%β€Ž dari Q3 tahun lalu hingga Q3 tahun ini, tapi saya lupa datanya. Bukan cuma terabyte, tapi pentabyte. Banyak angkanya. Selain itu, dari total 60 juta pelanggan kami, setengahnya sudah gunakan internet. Dan 19 juta di antaranya pengguna aktif Facebook," paparnya.

Indosat sendiri akhirnya mengganti identitas perusahaannya dengan nama baru Indosat Ooredoo setelah tujuh tahun diambil alih mayoritas kepemilikannya oleh raksasa telekomunikasi asal Qatar tersebutβ€Ž.

Alex menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan waktu hingga dua tahun hingga akhirnya memutuskan untuk mengganti nama perusahaan dan logo lamanya.

Dikatakan olehnya bahwa perubahan ini menjadi transformasi sekaligus tujuan dari perusahaan untuk menjadikan digital sebagai DNA perusahaan.

"Kami ingin agar digital ini menjadi nyawa bagi perusahaan. Karena saat ini setengah pelanggan kami sudah menggunakan data, ini yang kami ingin terus tingkatkan," pungkas Alex.

(rou/fyk)







Hide Ads