Diungkapkan Derrick Surya, Head of Brand & MarComm Smartfren, saat ini ponsel Andromax telah dilakukan produksinya secara lokal alias 'made in Indonesia'. Atas alasan itulah kondisi meroketnya dolar masih belum akan mempengaruhi ponsel Andromax, terutama soal harga jualnya.
βAman-aman saja (harganya), tidak terpengaruh (dolar naik). Karena (Andromax) produksinya sudah dilakukan secara lokal,β ujar Derrick, di hotel Swiss-Bel, Cirebon, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Derrick lantas membeberkan strategi Smartfren ke depannya. Dikatakannya, Andromax bukan lagi satu-satunya ponsel yang akan dijual secara bundling oleh Smartfren. Mereka telah menggandeng sejumlah produsen ponsel global untuk kerjasama bundling dengan layanannya.
βDimulai dari HiSense yang baru saja meluncurkan produknya, selanjutnya akan disusul oleh salah satu produsen ponsel terbesar di dunia. Produsen ponsel ini juga yang terbesar di Indonesia, produknya bisa ditemui di mana-mana,β imbuh Derrick.
Tapi itu hanya sebagiannya, karena Derrick menambahkan sudah ada tiga atau empat produsen ponsel global yang siap untuk mem-bundling produknya dengan layanan Smartfren 4G. βSaya tak bisa bilang siapa saja produsennya karena terkait Non-Disclosure Aggregement, tapi rencananya tahun 2015 ini akan diluncurkan semuanya,β tambah Derrick lagi.
Dolar yang tinggi juga disebut Munir SP, VP of Network Smartfren, belum akan mempengaruhi Smartfren di sisi jaringan. Pun begitu, Munir mengakui sifatnya hanya jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjangnya masih harus dikalkulasi lagi.
βKalau jangka pendek belum terpengaruh, mungkin secara jangka panjang. Tapi itu pun belum ketahuan seperti apa (hitung-hitungannya),β tutup Munir.
(yud/ash)