Operator seluler bersiap menghadirkan Voice over LTE (VoLTE). Meski dengan layanan ini pengguna bisa halo-halo alias melakukan panggilan telepon, namun pemerintah tak akan memberlakukan aturan biaya interkoneksi.
Hal tersebut diutarakan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara saat acara berbuka puasa bersama media di rumah dinasnya di kawasan Widya Chandara, Jakarta, Selasa (30/6/2015) petang.
Dikatakannya, VoLTE termasuk layanan data dan bukan panggilan lintas operator (off-net)."Karena berbasis data, VoLTE masuk kategori sender keeps all," ujarnya Menteri yang akrab disapa Chief RA ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain koneksi data, SMS menjadi salah satu layanan yang masuk kategori sender keeps all. "Bila pengguna dari operator A mengirim SMS ke operator B. Operator A mendapatkan biaya SMS, tapi operator B tidak mendapat apa-apa. Ini skema dari sender keep all," ujar Chief RA.
Terkait skema tarif interkoneksi yang baru, menkominfo mengatakan saat ini lagi dalam proses penghitungan. "Sedang mengumpulkan data dari opeartor. Nanti diverifikasi, baru dilakukan perhitungan," lanjutnya.
"Akhir tahun mudah-mudahan selesai. Sehingga awal tahun depan sudah dapat diterapkan rezim tarif interkoneksi yang baru," Rudiantara menambahkan.
Dalam pembahasan yang dilakukan, menteri mengindikasikan agar skema tarif bisa didorong lebih besar untuk trafik komunikasi lintas operator (off-net) agar tidak terus-terusan inefisiensi hanya mengandalkan trafik dari dalam jaringan sesama operator saja (on-net).
Menurutnya, saat ini komposisi antara trafik jaringan on-net dan off-net sangat timpang. Hal itu bisa dilihat dari jumlah 3% trafik off-net bisa memberikan kontribusi 40% bagi sebagian besar operator. Karena itu off-net harus terus didorong agar tumbuh. Bila interkoneksi turun, otomatis akan membuat tarif retail turun. (ash/ash)