Seperti ditegaskan Menkominfo Rudiantara dalam pemaparan Renstra 2015-2015 dengan stakeholder terkait. Pihaknya telah membuat program yang mendukung seluruh fokus pembangunan nasional yang memberikan manfaat signifikan bagi rakyat dan negara.
"Ada tujuh fokus pembangunan nasional, yakni kedaulatan pangan, energi, kemaritiman, pariwisata dan industri, infrastruktur, SDM dan perbatasan. Kominfo akan mewujudkan ketersediaan dan meningkatkan kualitas layanan komunikasi dan informatika guna mendukung tercapainya fokus pembagunan nasional," ujar pria yang akrab disapa Chief RA ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya sebelum berangkat melaut, nelayan dapat mengetahui kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Tak hanya itu, para nelayan pun dapat mengetahui letak plangton lewat aplikasi yang terinstal di dalam handset tersebut. Ini tentu akan membantu mereka dalam mencari daerah tangkapan ikan.
"Handsetnya nanti masih bisa dipakai di laut. Meski tidak tersedia jaringan seluler, nelayan masih bisa menggunakan GPS untuk mengetahui letak sumber plangton. Mereka pun tidak perlu takut kehabisan baterai karena diberikan pula solar cell," terang Chief RA.
Di sektor pariwisata, Kominfo akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mencari daerah tujuan wisata mana yang harus segera dibangun infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). "Pariwisata Indonesia itu memiliki ranking yang cukup baik di dunia. Hanya saja bila dikaitkan dengan TIK peringkatnya malah turun. Karenanya kami akan coba segera memperbaikinya," kata Chief RA.
Terkait dengan peningkatan sumber daya manusia, Rudiantara juga berencana mengandeng semua operator untuk menyukseskan program tersebut. Dicontohkannya saat ini pihak Kominfo bersama Universitas Terbuka (UT) tengah memanfaatkan properti milik Telkom untuk dijadikan ruangan belajar. "Saat ini baru 3 kota, yakni Cirebon, Cibinong dan Rangkas Bitung. Targetnya tahun ini ada 20," terangnya.
Lebih lanjut Chief RA mengungkapkan bahwa Kominfo turut fokus pada daerah perbatasan. Pilot project telah dilakukan di sepanjang Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Dimana menyiapkan infrastruktur TIK di 115 desa terluar.
Saat ini baru lima desa yang sudah dibangun BTS, yakni Tiong Ohang, Long Layu, Agung Baru, Long Apari dan Long Lunuk. Namun ditargetkan pada pertengahan tahun 2016 dapat terpasang seluruhnya. Kominfo terus akan mendorong kerjasama guna mewujudkan hal tersebut. Dimana bentuknya Pemda Kabupaten menyediakan lahan, Gubernur membangun tower, operatator memasang BTS.
Menteri mengakui keberadaan BTS ini bagi operator tidak visible secara keuangan. Tapi secara variabel ekonomi hal tersebut harus dilakukan. Sebab masyarakat di perbatasan juga merupakan warga negara Indonesia yang memiliki hak akses kepada layanan TIK.
"Siapapun operator yang tertarik akan dibantu. Karena di sana tidak tersedia transmisi yang bagus, maka akan ditarik ke Jakarta menggunakan VSAT. Di situlah peran Kominfo mengunakan USO," jelasnya.
Untuk fokus pembangunan lain, Rudiantara menegaskan bahwa Kominfo akan turut mendukung meski terdapat pertentangan bidang sekalipun. Misalnya soal energi, harus diakui memang bukan jangkauan Kominfo. Tapi pihak Kominfo dapat membantu, sebagai contoh, meminta bantuan ke perguruan tinggi untuk membuat telemetry irigasi.
"Jika dalam implementasinya membutuhkan frekuensi. Kita siap mengalokasikannya," pungkas pria kelahiran Bogor ini.Β
(ash/ash)