Selain mempersiapkan skema ganti rugi penggantian pulsa dan handset, Telkom bersama anak usahanya, Telkomsel, juga telah menyiapkan skema tarif baru dan kompensasi lainnya agar pelanggan setia Flexi masih bisa dilayani secara maksimal setelah migrasi.
"Kami berupaya kasih pricing mirip dengan Flexi. Benefitnya setelah pindah ke seluler GSM, fitur akan lebih bagus, coverage tidak terbatas satu lokasi, jadi tak harus combo," kata βVice President Public Relations Telkom Arif Prabowo kepada detikINET di Jakarta, Senin (6/10/2014).
Β
Telkom sebelumnya telah menyatakan akan merestrukturisasi unit usaha Flexi yang mengandalkan teknologi CDMA dan lisensi fixed wireless access (FWA) dan melakukan pengalihan pelanggan ke anak usaha lainnya, Telkomsel, yang mengusung teknologi GSM dengan lisensi seluler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga semester pertama 2014, Flexi tercatat masih memiliki jumlah pelanggan 4,12 juta. Nah, pelanggan ini rencananya akan dimigrasikan secara bertahap mulai akhir tahun ini hingga pertengahan 2015 mendatang. "Penghentian layanan baru kita lakukan setelah semua pelanggan dimigrasikan," kata Arif.
Untuk teknis pengalihan pelanggan, Telkom bersama Telkomsel telah menyiapkan 'rumah baru' untuk menampung gusuran pelanggan Flexi ke layanan baru yang diberi nama Kartu As Flexi.
"Di layanan baru nanti, memang nomor akan berubah sesuai penomoran seluler. Tapi diupayakan, sebisa mungkin, mirip dengan nomor existing, minimal lima angka di belakangnya bisa sama," jelas Arif lebih lanjut.
Skema itu akan digunakan untuk pengguna retail. Sementara untuk pengguna Flexi yang memanfaatkan nomornya untuk bisnis, Telkom juga telah menyiapkan alternatif lain.
"Misalnya, pengguna bisnis di kode area 021, kita juga bisa berikan penawaran untuk berlangganan fixed wireline. Bisa saja kami tarik kabel ke rumahnya," pungkas Arif Prabowo.
(rou/ash)